BeritaPolitikSosial Budaya

Sosialisasi Empat Pilar oleh MH Said Abdullah di Sumenep Bahas Arah Bangsa di Era Digital

Avatar
174
×

Sosialisasi Empat Pilar oleh MH Said Abdullah di Sumenep Bahas Arah Bangsa di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Ratusan Warga Sumenep Ikuti Sosialisasi Empat Pilar oleh MH Said Abdullah, Bahas Arah Bangsa di Era Digital
TA MH Said Abdullah, Moh. Fauzi Saat Menyampaikan Sambutan

Mediapribumi.id, Sumenep — Di tengah derasnya arus informasi dan perdebatan kebangsaan di media sosial, ratusan warga Sumenep memilih duduk bersama dalam satu forum dialog. Mereka mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura) dari Fraksi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel De Baghraf, Rabu (11/02/2026), menghadirkan suasana diskusi yang hangat dan reflektif. Peserta dari berbagai latar belakang, mulai mahasiswa, pemuda, hingga ibu rumah tangga, tampak antusias mengikuti jalannya acara.

Sosialisasi ini tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tantangan kebangsaan dan harapan terhadap masa depan Indonesia. Dua narasumber dihadirkan dalam forum tersebut, yakni M. Ridho Ilahi Robi dan Affandi Ubala.

Ratusan Warga Sumenep Ikuti Sosialisasi Empat Pilar oleh MH Said Abdullah, Bahas Arah Bangsa di Era Digital
Foto Bersama Peserta dan Narasumber

Dalam pemaparannya, M. Ridho Ilahi Robi mengajak peserta melihat Kabupaten Sumenep sebagai gambaran kecil Indonesia yang kaya keberagaman, baik dari sisi geografis daratan dan kepulauan maupun latar belakang sosial budaya masyarakatnya.

“Perbedaan bukan sumber perpecahan. Justru di situlah potensi besar bangsa ini, jika dikelola dengan arah dan tujuan yang jelas,” ujarnya.

Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah rumah besar yang dibangun bersama. Setiap elemen bangsa memiliki peran dalam menjaga kekuatan fondasi, tiang, dan atapnya.

“Indonesia ini rumah kita bersama. Jika satu bagian rapuh, semua akan merasakan dampaknya. Karena itu, semua elemen harus saling menopang,” tambahnya.

Sementara itu, Affandi Ubala menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah luasnya wilayah Indonesia yang hampir setara dengan Benua Eropa, namun tetap berdiri sebagai satu kesatuan negara.

Menurutnya, kemudahan akses informasi di era digital menjadi tantangan tersendiri. Tanpa sikap kritis dan bijak, arus informasi bisa memicu perpecahan.

“Perpecahan bisa terjadi jika kita tidak hati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Empat pilar kebangsaan harus terus dirawat dan diperkuat,” katanya.

Ia juga menyoroti peran strategis generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa. Sikap, pilihan, dan tindakan generasi hari ini akan menjadi penentu kondisi Indonesia ke depan.

“Menjaga keutuhan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Jangan mudah terprovokasi atau dipecah belah,” tegasnya.

Forum berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Peserta aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan seputar isu kebangsaan, toleransi, hingga tantangan demokrasi di era digital.

Kegiatan tersebut turut didampingi dua tenaga ahli MH Said Abdullah, yakni Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H., yang memastikan diskusi berjalan dialogis dan substansial hingga akhir acara.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep