Mediapribumi.id, Sumenep — Di balik proses evakuasi besar-besaran korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, sejumlah penumpang selamat membagikan kisah menegangkan mereka saat berjuang menyelamatkan diri di tengah laut.
Salah satu korban asal Makassar, Andi, menceritakan bahwa dirinya baru saja terbangun dari tidur ketika mendengar teriakan penumpang lain yang menyebut adanya api di bagian bawah kapal. Ia pun bergegas mengambil pelampung bersama pamannya, namun keduanya terpisah saat penumpang lain mulai berdesakan menyelamatkan diri.
“Saya tuh baru bangun tidur, langsung ada orang berteriak, ada api di bawah. Pokoknya langsung bangun dan ambil pelampung sama om saya. Tapi saya terpisah dengan om saya, saya turun ke laut menggunakan tali sambil menunggu pertolongan,” tuturnya, Selasa (04/08/2026).
Korban lain, Idi Mulyadi, warga Singajaya, Kabupaten Garut, turut menceritakan detik-detik saat kebakaran terjadi. Menurutnya, api mulai muncul tak lama setelah kapal melintasi perairan Sumenep dan dengan cepat menjalar ke bagian atas kapal.
“Sampai lewat perairan Sumenep, sudah meledak yang di bawah. Katanya yang merah-merah, saya nggak paham itu. Langsung mulai api menjalar ke atas,” ungkap Idi.
Idi mengaku baru saja terbangun dari tidur saat ledakan pertama terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Kobaran api, kata dia, terus membesar hingga sekitar pukul 12.00 siang. Ia bersama sejumlah penumpang lain yang masih bertahan akhirnya memilih terjun ke laut menggunakan tali karena tidak ada pilihan lain.
“Tinggal enam orang sama kaptennya itu, mau di sini apa mau renang, akhirnya kami turun ke laut menggunakan tali,” ungkapnya.
Sementara itu, Manajer Pelayanan RSI Kalianget dr. Niki Yulianti mengatakan, kondisi empat korban yang menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut saat ini relatif stabil. Dua korban mendapat terapi infus, sedangkan dua lainnya tidak membutuhkan infus.
“Dari empat korban yang kami evakuasi, alhamdulillah kondisinya sudah stabil. Dua orang perawatan dengan infus, dua lainnya tanpa infus,” jelasnya.
Niki menyebut, para korban umumnya hanya mengalami luka ringan, mual, dan dehidrasi, tanpa ditemukan cedera serius. Kondisi tersebut diduga akibat korban terlalu lama berada di laut setelah melompat dari kapal sambil menunggu bantuan datang.
“Penyebabnya karena mereka kelamaan di air karena mereka ini yang lompat. Mereka terombang-ambing di laut sekitar dua jam menurut mereka sambil menunggu bantuan datang. Ada yang dehidrasi juga,” tandasnya.
Sebagai informasi, KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026). Berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut total 271 orang, dengan rincian 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 ABK tambahan.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













