Mediapribumi.id, Sumenep — Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep membangun tempat pembakaran sampah minim asap berbasis prinsip rocket stove. Fasilitas ini dibangun sebagai respons atas persoalan pencemaran lingkungan akibat kebiasaan membakar sampah secara terbuka yang masih dilakukan sebagian masyarakat setempat.
Salah satu peserta UM BBM Desa Dapenda, Annisha, mengatakan kegiatan pembangunan tungku berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 9-10 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB, di kawasan pesisir Pantai Dusun Lebbek.
“Seluruh proses pengerjaan, mulai dari persiapan bahan, penyusunan konstruksi, hingga penyelesaian tungku, dikerjakan secara gotong royong oleh mahasiswa peserta program,” katanya, Kamis (30/01/2026).
Tungku pembakaran sampah tersebut dibangun menggunakan bata ringan yang disusun membentuk ruang bakar tertutup dengan aliran udara terarah. Prinsip rocket stove yang diterapkan membuat proses pembakaran berlangsung lebih sempurna karena panas terpusat pada ruang pembakaran.
Dengan desain tersebut, konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi volume asap yang dihasilkan dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka. Selama pembangunan, mahasiswa memperhatikan detail sirkulasi udara pada setiap tahap penyusunan bata dan pembuatan saluran udara, agar proses pembakaran berlangsung stabil dan panas yang dihasilkan optimal.
Lebih lanjut, ia menuturkan program ini merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir yang menjadi fokus kerja mahasiswa selama berada di desa tersebut.
“Kami berharap tungku ini bisa dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman dan ramah lingkungan,” ujar Annisha.
Meski dibangun dengan teknologi sederhana, tungku ini diharapkan memberikan manfaat nyata dalam mengurangi volume sampah di kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.
Annisha menambahkan, mahasiswa UM BBM berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi langkah awal membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bijaksana di Desa Dapenda.
“Sehingga lingkungan desa tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi warga,” tutupnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













