BeritaPendidikan

Progres Program Sekolah SIKAP di Sumenep Melesat

Avatar
×

Progres Program Sekolah SIKAP di Sumenep Melesat

Sebarkan artikel ini
Progres Program Sekolah SIKAP di Sumenep Melesat
Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusly.

Mediapribumi.id, Sumenep — Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di Kabupaten Sumenep menunjukkan perkembangan pesat. Jika sebelumnya hanya 32 sekolah yang berjalan, kini jumlah peserta program besutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut melonjak menjadi 52 sekolah tingkat SMA/SMK negeri maupun swasta.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusliy, mengatakan lonjakan jumlah peserta ini menunjukkan antusiasme sekolah-sekolah di Sumenep terhadap program ketahanan pangan semakin tinggi.

“Awalnya hanya 32 sekolah yang siap melaksanakan, sekarang sudah bertambah menjadi 52 sekolah. Ini menunjukkan animo sekolah terhadap program SIKAP terus meningkat,” kata Rusliy, Jumat (31/07/2026).

Rusliy menjelaskan, SIKAP kini berjalan sebagai program kokurikuler yang pengelolaannya diserahkan langsung kepada para siswa, mulai dari perencanaan, penanaman, perawatan, hingga panen. Pola ini dinilai efektif menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus jiwa wirausaha pelajar sejak dini.

“Program ini kami jadikan kokurikuler, jadi pengelolaannya dilakukan oleh siswa sendiri. Mereka yang merawat, mereka juga yang menikmati hasilnya,” ujarnya.

Dari puluhan sekolah yang menjalankan SIKAP, sejumlah nama disebut memiliki progres pelaksanaan paling menonjol. SMA Negeri 3 Sumenep tercatat sebagai yang terdepan, disusul SMA Negeri Gapura, SMK Negeri 1 Sumenep, SMK Negeri Arjasa, SMA Negeri Arjasa, SMA Negeri Masalembu, SMA Negeri Gayam, dan SMA Darul Ulum Tamidung.

Bahkan, SMAN 1 Lenteng saat ini sedang menyiapkan pelaksanaan program itu dan sudah ada penawaran dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat untuk membeli sayur dari hasil SIKAP di sekolah itu.

Rusliy menyebut, pihaknya akan terus mendorong sekolah-sekolah lain agar progres SIKAP semakin merata di seluruh Sumenep, termasuk di wilayah kepulauan.

“Sekolah-sekolah ini menjadi contoh bagi sekolah lain. Kami akan terus mengembangkan program ini agar manfaatnya semakin dirasakan,” tambahnya.

Keberhasilan program ini turut mengantarkan salah satu siswa SMA Negeri 3 Sumenep menerima penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Timur sebagai Duta Siswa SIKAP. Penghargaan tersebut diberikan lantaran siswa bersangkutan dinilai sebagai inisiator aktif program ketahanan pangan, bahkan menerapkannya secara mandiri di rumah.

Menurut Rusliy, siswa tersebut mengelola sendiri kegiatan bercocok tanam di lingkungan rumahnya tanpa menunggu instruksi dari sekolah, sehingga menjadi contoh nyata keberhasilan program SIKAP menanamkan kesadaran ketahanan pangan sejak dini.

“Dia tidak hanya aktif di sekolah, tapi juga menerapkan sendiri di rumahnya. Itu yang membuat Gubernur memberikan apresiasi khusus sebagai Duta Siswa SIKAP,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *