BeritaEkonomi

BPS Sumenep Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Jadi Dasar Kebijakan Strategis

Avatar
18
×

BPS Sumenep Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Jadi Dasar Kebijakan Strategis

Sebarkan artikel ini
BPS Sumenep Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Jadi Dasar Kebijakan Strategis
Foto Bersama BPS Sumenep, Forkopimda, dan Petugas Sensus.

Mediapribumi.id, Sumenep — Menjelang tahap akhir pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep menggelar forum koordinasi bertajuk “Sinergi Membangun Ekonomi” bersama para pemangku kepentingan daerah. Kegiatan itu berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (29/06/2026).

Forum tersebut menghadirkan Bupati Sumenep, jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, hingga kalangan jurnalis sebagai upaya memastikan kelancaran pendataan yang kini memasuki fase krusial menjelang penutupan pada 14 Juli 2026.

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, menyebut SE2026 berbeda dari sensus serupa yang digelar sebelumnya. Kali ini, seluruh sektor usaha didata tanpa terkecuali termasuk usaha pertanian yang sebelumnya hanya dilakukan sensus khusus pertanian.

“SE tahun ini paket lengkap, kalau SE sebelumnya tidak ada usaha pertanian, SE2026 kali ini mencakup usaha pertanian,” ujar Handoyo.

Pendataan dilakukan secara door to door menyasar 187.293 unit usaha dan keluarga yang tersebar di 334 desa se-Kabupaten Sumenep. Sensus telah berjalan sejak 1 Mei 2026 dan mencakup usaha rumah tangga, mikro, kecil, hingga skala besar.

Handoyo menegaskan, hasil SE2026 akan merepresentasikan wajah ekonomi Sumenep secara aktual menggantikan data lama yang sudah berusia satu dekade.

“SE2026 akan menghasilkan sajian struktur ekonomi seperti apa di Kabupaten Sumenep dalam 10 tahun terakhir. Menurut data lama, ekonomi Sumenep dikuasai sektor pertanian sebesar 36%, disusul pertambangan,” jelasnya.

Data terbaru diharapkan mampu mengungkap pergeseran basis-basis usaha yang kini mendominasi perekonomian lokal, sekaligus menjadi acuan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Hasil SE2026 nanti berupa data. BPS akan menyerahkan kepada pemerintah untuk digunakan sebaik-baiknya demi kepentingan daerah,” pungkasnya.

Handoyo mengapresiasi dukungan Bupati Sumenep dan seluruh OPD yang memfasilitasi sosialisasi ke masyarakat. Ia berharap sinergi yang terjalin mampu mendorong respons aktif dari pelaku usaha dan warga agar pendataan berjalan akurat hingga batas waktu yang ditetapkan.

“Mudah-mudahan melalui SE2026 ini, struktur ekonomi di Kabupaten Sumenep bisa terpetakan dengan baik,” harapnya.

Sementara, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan dukungan penuh terhadap Sensus Ekonomi. Menurutnya, hal ini menjadi momentum penting untuk melihat kondisi Kabupaten Sumenep secara komprehensif.

“Karena dari sensus ini akan menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan strategis,” tuturnya.

Salah satu bentuk pengambilan kebijakan strategis tersebut berkiatan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang salah satu indikatornya adalah pendidikan.

“Penyesuaian pengambilan kebijakan sesuai dengan taraf hidup masyarakatnya seperti IPM dan sebagainya akan berdampak terhadap efektifitas kebijakan,” tandasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep