Mediapribumi.id, Sumenep — Seorang warga asal Kecamatan Batuan, Sumenep, Suryadi mengaku kecewa karena merasa dipersulit untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui program Universal Health Coverage (UHC),
Ia mengatakan, saat hendak memeriksakan gigi anaknya di Puskesmas Batuan, status anaknya belum tercatat sebagai kepesertaan UHC, maka harus menunggu dua hari, Kamis (13/08/2026).
Padahal, lanjut Suryadi, skema UHC yang ia pahami selama ini semestinya bisa langsung dipakai begitu dibutuhkan, bukan menunggu berhari-hari.
“Katanya harus menunggu dua hari setelah pendaftaran UHC. Saya terkejut, karena setahu saya kalau UHC bisa langsung digunakan di hari yang sama,” jelasnya.
Ia meminta ada penjelasan yang lebih transparan dari fasilitas kesehatan soal mekanisme kepesertaan, termasuk syarat administratif yang harus dipenuhi warga sebelum bisa dilayani gratis.
“Jangan sampai program yang bagus justru membuat masyarakat bingung ketika hendak mendapatkan pelayanan,” katanya.
Sementara, Plt Kepala Puskesmas Batuan drg. Emy Kristin Sasmoro, menjelaskan sistem pendaftaran pasien di puskesmasnya kini berbasis aplikasi SIMPUS, yang mensyaratkan status kepesertaan pasien BPJS/UHC aktif atau umum berbayar terverifikasi lebih dulu sebelum bisa diinput ke sistem.
“Pasien harus jelas anggota BPJS/UHC atau pasien umum alias berbayar, karena pasien tidak akan bisa diinput ke pendaftaran dan tidak bisa mendapatkan terapi obat nantinya,” jelas Emy.
Ia menegaskan peserta UHC tetap dilayani gratis, tapi dengan syarat status aktif. Lama proses aktivasi, kata Emy, bergantung sepenuhnya pada sistem BPJS Kesehatan dan bisa berkisar setengah hari hingga dua hari.
Dalam kasus tersebut, ia menyebut pasien menolak dua opsi yang ditawarkan petugas, yakni menjadi pasien umum berbayar atau menunggu aktivasi selesai.
“Kalau mau kita layani, ya harus jadi pasien umum dulu atau menunggu besok kalau ingin gratis dengan UHC,” pungkasnya.
Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep drg. Ellya Fardasah menegaskan program UHC tetap berjalan sesuai rancangan awal, yakni aktivasi kepesertaan pada prinsipnya bisa langsung terjadi di hari yang sama pendaftaran dilakukan.
“Pendaftaran UHC bisa langsung aktif di hari yang sama, kecuali ada kendala kependudukan yang membutuhkan koordinasi dengan Disdukcapil dan BPJS,” jelas Ellya.
Dia menambahkan, warga yang tak ingin menunggu proses verifikasi tetap punya jalur alternatif sebagai pasien umum, dengan tarif mengacu pada Perda tarif pelayanan kesehatan Kabupaten Sumenep.
“Kalau belum diverifikasi bisa melalui jalur sebagai pasien umum,” tandasnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













