Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus melakukan penuntasan asesmen warga terdampak gempa di Pulau Sapudi. Asesmen tahap pertama yang selesai sebanyak 275 warga terdampak.
Asesmen ini dilakukan untuk melakukan verifikasi dan analisis kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi.
Saat ini, asesmen sudah memasuki tahap kedua untuk menuntaskan dari total 625 warga terdampak, seluruh tim masih bekerja. Untuk logistik bantuan seperti beras dan sebagainya sudah selesai di distribusikan.
“Masa tanggap darurat sudah dicabut sejak tanggal 14 Oktober 2025,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy. Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, saat ini sudah memasuki tahap pemulihan. Untuk bantuan stimulan rumah warga yang rusak, sebagian sudah dikerjakan.
“Yang sudah dilakukan asesmen sudah dikerjakan. Bahkan ada yang sudah 95 persen pengerjaannya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, terkait gempa susulan yang terjadi pada Senin (13/10) pukul 14.10 WIB dengan magnitudo 5,0, berjarak sekitar 47 kilometer tenggara Sumenep dengan kedalaman 14 kilometer, Laili menyebut tidak ada bangunan yang mengalami rusak berat.













