BeritaEkonomi

Ahmad Nawardi Dorong Percepatan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar di Bawah 10 Persen

Avatar
15
×

Ahmad Nawardi Dorong Percepatan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar di Bawah 10 Persen

Sebarkan artikel ini
H. Ahmad Nawardi Dorong Percepatan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar di Bawah 10 Persen
Pimpinan Komite IV DPD RI, H. Ahmad Nawardi Saat Menyampaikan Sambutan dalam PKU Akbar PNM Surabaya di UNIBA Madura.

Mediapribumi.id, Sumenep — Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, H. Ahmad Nawardi, menegaskan dukungan penuh lembaganya terhadap percepatan implementasi arahan Presiden RI terkait penurunan suku bunga PT Permodalan Nasional Madani (PNM), khususnya program Mekaar, hingga di bawah 10 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Nawardi dalam sambutannya pada kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha Akbar Nasabah PNM Mekaar Wilayah Kabupaten Sumenep, yang digelar di Aula Pesantren-Universitas Bahaudin Mudhary Madura, Kamis (18/06/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Pimpinan Cabang PNM Surabaya Tatang Sefi Setyono, serta ratusan nasabah PNM Mekaar.

“Arahan ini bukan sekadar kebijakan teknis, tetapi langkah strategis untuk memastikan bahwa pelaku usaha prasejahtera mendapatkan akses pembiayaan yang lebih adil dan terjangkau,” kata Nawardi.

H. Ahmad Nawardi Dorong Percepatan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar di Bawah 10 Persen
Anggota DPD RI, H. Ahmad Nawardi Saat Melihat Stand Produk di PKU Akbar PNM Surabaya.

Ia menyebut, dukungan tersebut juga telah menjadi salah satu poin kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite IV dengan PT PNM pada 9 Juni 2026 lalu. Menurutnya, penurunan suku bunga diyakini akan meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya beli, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami percaya bahwa keadilan sosial tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sosial, tetapi melalui akses pembiayaan yang murah, mudah, dan memberdayakan, dan PNM adalah salah satu instrumen negara yang strategis untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nawardi turut memaparkan capaian ekonomi Jawa Timur yang tumbuh 5,96 persen secara tahunan pada triwulan I-2026, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di kisaran 5,61 persen. Bank Indonesia bahkan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2026 berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, didukung solidnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas sektor industri.

Dari sisi kinerja korporasi, Nawardi mengungkapkan PNM mencatat total aset mencapai Rp57 triliun pada 2025, meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, dengan laba bersih yang turut tumbuh kuat seiring ekspansi pembiayaan ultra mikro dan peningkatan kualitas portofolio.

Khusus di Kabupaten Sumenep, ia menyebut PNM telah memberdayakan lebih dari 61 ribu perempuan prasejahtera melalui lebih dari 4.500 kelompok usaha. Pencapaian tersebut, kata Nawardi, patut diapresiasi mengingat kondisi tersebut dicapai di tengah tantangan ekonomi global dan tekanan inflasi pangan.

Di akhir sambutannya, Nawardi berpesan kepada seluruh peserta pelatihan untuk terus belajar dan mengembangkan usaha. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai lebih dari 61 persen.

“Melalui fasilitasi pembiayaan yang diberikan oleh PT PNM, kita berharap para pelaku usaha dari tingkat mikro sekalipun dapat ‘naik kelas’ secara bertahap,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep