Mediapribumi.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Ach Laili Maulidy, mengatakan terdapat tiga desa yang telah mengajukan bantuan distribusi air bersih.
“Ada tiga desa yang mengajukan bantuan distribusi air bersih ke BPBD Kabupaten Sumenep, dan mulai hari ini penyaluran bantuan ke tiga desa tersebut kami mulai,” ujar Laili di Sumenep, Kamis.
Tiga desa tersebut yakni Desa Prancak dan Desa Montorna di Kecamatan Pasongsongan, serta Desa Kombang di Kecamatan Talango.
Menurut Laili, kondisi paling parah terjadi di Desa Prancak dan Desa Montorna. Di dua desa tersebut, sumber mata air dilaporkan telah mengering sehingga masyarakat sepenuhnya bergantung pada bantuan air bersih.
“Tim kami beberapa hari lalu datang langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan, dan memang sangat memprihatinkan,” katanya.
Sementara itu, di Desa Kombang, sumber air masih tersedia, namun debitnya sangat terbatas sehingga tetap membutuhkan suplai tambahan dari BPBD.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Sumenep mengerahkan empat unit truk tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter yang didistribusikan ke tiga desa terdampak.
Sebelumnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan melalui Keputusan Nomor 100.3.3.2/185/KEP/013/2026.
Dalam keputusan tersebut, sebanyak 76 desa di 19 kecamatan ditetapkan dalam status siaga darurat kekeringan, dengan tingkat kerawanan yang bervariasi mulai dari kering kritis hingga kering langka terbatas.
Selain BPBD, bantuan distribusi air bersih juga disalurkan oleh Polres Sumenep sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan dampak kekeringan di wilayah tersebut.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













