BeritaKesehatanMigas

SKK Migas-Kangean Energy Indonesia Dukung Penanganan Stunting di Pagerungan Besar

Avatar
1331
×

SKK Migas-Kangean Energy Indonesia Dukung Penanganan Stunting di Pagerungan Besar

Sebarkan artikel ini
SKK Migas-KEI Dukung Penanganan Stunting di Pagerungan Besar
Kader Posyandu Pagerungan Besar saat melaksanakan kegiatan penanganan stunting di Puskesmas

Mediapribumi.id, Sumenep – SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia Ltd. (KEI) menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan mendukung program percepatan penanganan stunting di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Jum’at (29/8/2025).

Program ini menyasar 20 anak yang teridentifikasi mengalami stunting. Mereka akan mendapatkan pendampingan intensif selama 120 hari dengan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi.

“Dalam pendampingan tersebut, anak-anak akan mendapat makanan tambahan dari kader posyandu yang sudah kami latih. Harapannya, gizi mereka bisa meningkat secara signifikan,” kata Yuliani,
Bidan koordinator puskesmas pagerungan Besar sekaligus sebagai pendamping stunting pada balita. Minggu (31/8/2025).

Pihaknya menerangkan, bahwa ada 20 kader posyandu yang terlibat langsung sebagai tim pendamping, didukung oleh tenaga profesional, yakni satu bidan puskesmas dan satu penanggung jawab gizi dari Puskesmas Pagerungan Besar.

“Sepanjang pendampingan 120 hari akan dilaksanakan setiap hari dan giat posyandu 1 minggu sekali, nantinya akan kami cek berat badan, tinggi badan, dan menilai perkembangan status gizi anak,” ungkapnya.

SKK Migas-KEI Dukung Penanganan Stunting di Pagerungan Besar
Kegiatan Posyandu di Puskesmas Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken

Tidak hanya itu, kata Yuliana, ia juga menyampaikan terima kasih kepada SKK Migas-KEI, karena selalu melibatkan diri dalam kegiatan kesehatan masyarakat di Pagerungan Besar.

“Atas support SKK Migas-KEI untuk penanganan stunting ini kami menyampaikan terima kasih. Semoga kedepan, masyarakat menjadi lebih baik dari sisi perkembangan gizi dan menjadi anak yang bermanfaat,” paparnya.

KEI menegaskan, program ini tidak hanya fokus pada penanganan 20 anak stunting, tetapi juga menekankan upaya pencegahan.

“Kami berharap kader posyandu terus aktif melaksanakan kegiatan rutin. Pencegahan stunting sama pentingnya dengan penanganan, agar ke depan kasus serupa bisa ditekan sejak dini,” kata Manager Humas KEI, Kampoi Naibaho.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Pagerungan Besar, sekaligus mempercepat pencapaian target penurunan stunting di Kabupaten Sumenep.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep