Mediapribumi.id, Sumenep — Sejak mendapatkan informasi terkait insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep langsung ikut serta menangani dengan mengambil berbagai tindakan.
Diantaranya pendirian Posko Terpadu dan menyiapkan peralatan seperti obat-obatan, tenda, makanan hingga mobil ambulans.
Posko tersebut akan didirikan untuk tanggap darurat bencana selama dalalm satu minggu, jika masih belum selesai proses evakuasi dan pencariannya akan dilanjutkan.
“Kami secara sigap ikut serta menangani musibah ini karena masih berada di perairan Sumenep,” kata Wabup Sumenep, KH Imam Hasyim saat mengunjungi korban di RSI Garam Kalianget dan Posko Terpadu di Pelabuhan Kalianget, Senin (03/08/2026).
Langkah tanggap darurat itu dilakukan dengan kolaborasi bersama Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, TNI, Polri, Dinsos P3A, serta BASARNAS.
Selain itu, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan berbagai kabupaten yang ada di Madura untuk ikut membantu evakuasi korban kebakaran itu.
“Selama seminggu ke depan, Posko Terpadu itu akan tetap berlangsung, jika masih belum dinyatakan tuntas evakuasi dan pencariannya akan dilanjutkan,” tambahnya.
Jumlah penumpang tercatat 232 orang, ditambah 26 anak buah kapal (ABK) dan 13 ABK tambahan, sehingga total keseluruhan dalam manifes mencapai 271 orang.
Sebanyak 227 orang telah ditemukan dengan selamat, sementara lima orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Adapun 39 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
“Tadi ada sembilan orang yang dievakuasi ke Posko Terpadu di Pelabuhan Kalianget, lima orang langsung di bawa ke Surabaya dan empat lainnya masih dirawat di RSI Garam, keadannya sudah membaik,” pungkas Wabup Imam Hasyim.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













