Mediapribumi.id, Sumenep — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan pengelolaan air limbah dan sampah di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut. Dari 108 SPPG yang aktif, DLH telah melakukan monitoring tahap pertama terhadap 76 unit.
Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf mengatakan, monitoring dilakukan sekaligus dengan sosialisasi dan pembinaan bagi SPPG yang pengelolaan limbahnya belum optimal.
“Kami kemarin turun tahap pertama ke SPPG untuk monitoring dan sosialisasi, termasuk pembinaan bagi yang masih kurang. Dalam waktu dekat kami akan turun kembali,” ujar Anwar, Kamis (23/07/2026).
Ia menjelaskan, sebelum turun ke lapangan lanjutan, pihaknya lebih dulu menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Koordinator Wilayah SPPG Sumenep dan Komisi III DPRD Sumenep untuk menyamakan persepsi antarinstansi sesuai regulasi yang berlaku terkait pengelolaan limbah SPPG.
Anwar menegaskan, setiap SPPG memiliki kewajiban melakukan uji laboratorium terhadap air limbah setiap tiga bulan sekali. Ia menyatakan siap memfasilitasi proses tersebut, tidak hanya sebatas pengujian, tetapi juga memberikan pendampingan dan pembinaan.
“Kami siap memfasilitasi, bukan hanya menguji, tapi juga memberikan pembinaan. Jika ada yang belum optimal, akan kami bina,” katanya.
Terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), DLH turut memetakan mana yang sudah sesuai standar dan mana yang masih perlu pembinaan agar hasil olahannya memenuhi baku mutu yang ditetapkan.
Anwar menambahkan, selain limbah cair, DLH turut menyoroti pengelolaan sampah di lingkungan SPPG. Ia menyebut, pengambilan sampah dari tiap unit SPPG masih dalam tahap pendataan.
“Pengambilan sampah ini masih dalam tahap pendataan. Nantinya akan difasilitasi melalui pembuatan zonasi dan diangkut sesuai kapasitas armada yang tersedia,” jelasnya.
Sementara, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sumenep Moh. Kholilurrahman Hidayatullah mengapresiasi langkah DLH yang berinisiatif menggelar sosialisasi pengolahan air limbah dan sampah bagi seluruh SPPG di Sumenep.
“Kami berterima kasih kepada DLH karena sudah berinisiatif melakukan sosialisasi pengolahan air limbah dan pengolahan sampah,” ujar Kholilurrahman.
Ia berharap sinergi antara Satuan SPPG dan DLH terus berlanjut demi mendukung tata kelola lingkungan yang lebih baik di lingkungan SPPG se-Kabupaten Sumenep.
“Kami akan terus menjalin sinergitas untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan secara maksimal dan berdampak langsung kepada masyarakat,” tuturnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













