Mediapribumi.id, Sumenep — Indonesia memperkuat kemitraan ekonomi dengan Tiongkok dalam pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura khususnya di Kabupaten Bangkalan.
Hal ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee, serta Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance dengan Wiraraja Madura Industrial Estate.
Kerjasama ini dilakukan untuk memperluas investasi antara kedua negara sekaligus mendorong peningkatan kawasan industri di Kebupaten Bangkalan.
“Kawasan di Madura ini kedepannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip dari detikfinance, Minggu (09/08/2026).
Sementara, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma’ruf Maulana, menjelaskan kawasan industri ini dirancang untuk menjadi pusat manufaktur yang akan mendukung industri, logistik, dan energi ramah lingkungan.
Menanggapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura, Slamet Ariyadi menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan kerjasama itu dengan catatan harus berorientasi kemaslahatan terhadap masyarakat Madura.
“Kami mendunkung pengembangan kawasan industri itu dengan catatan untuk kemaslahatan,” katanya saat menghadiri Pelantikan Relawan dan DPD PAN Sumenep, Sabtu (09/08/2026).
Ia meminta kepada pihak yang akan mengembangkan kawasan industri itu untuk melibatkan masyarakat lokal Madura secara maksimal, dan tidak hanya dijadikan penonton.
Agar bisa dilibatkan secara maksimal, Slamet juga meminta untuk diberikan fasilitas peningkatan kompetensi kepada masyarakat seperti latihan kerja dan sebagainya.
“Berikan fasilitas agar masyarakat memahami dunia kerja yang akan dilakukan dengan transfer knowledge (pengetahuan) dan transfer teknologi,” tukasnya.
Selain itu, pengembangan kawasan industri ini juga diminta untuk tetap menjaga dan menyesuaikan dengan kultur masyarakat lokal Madura.
Industri, lanjut Slamet, perlu masuk untuk pengembangan ekonomi dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) namun tidak boleh mengikis budaya asli masyarakat.
“Harus dipahami bahwa Madura memiliki corak yang berbeda, industri ini tidak boleh mengikis kultur Madura,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dia juga meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk menyambut baik rencana pengembangan kawasan industri Madura ini, salah satunya dengan mengakomodir Sumber Daya Manusia (SDM) agar siap bekerja.
“Pemda harus menyambut baik hal ini, masyarakat berikan pemahaman untuk penyiapan SDM,” pungkasnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













