Mediapribumi.id, Sumenep — Tak seperti biasanya, siswa MI Al-Kautsar Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Jawa Timur yang sebelumnya lebih banyak bergulat dengan pembelajaran di kelas dengan mempelajari buku-buku mata pelajaran, kini mereka mulai beradaptasi langsung menjadi insan yang peduli dengan lingkungan.
Hal itu dilakukan melalui praktik langsung pengolahan sampah menjadi barang-barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis yang difasilitasi oleh Karang Taruna Laskar Obor Desa Pagerungan Besar.
Hasil Keluaran yang Diharapkan
Ketua Karang Taruna Laskar Obor Desa Pagrungan Besar, Imran menjelaskan, praktik langsung ini menjadi instrumen penting untuk bisa memberikan edukasi kepada para siswa secara langsung dalam mengolah sampah yang ada di sekitar.
“Sementara, kami masih memproduksi gantungan kunci yang sudah didesaian dengan beragam rupa,” katanya, Jumat (19/06/2026).
Setelah gantungan kunci, ia bersama siswa juga akan memproduksi paving dari sampah. Meskipun saat ini sudah diproduksi paving tersebut, namun sifatnya masih terbatas, nantinya akan diproduksi secara massal.
Langkah Srategis Edukasi Masyarakat
Salah satu langkah yang akan dimabil untuk bisa menyosialisasikan gerakan pemanfaatan sampah agar memiliki nilai ekonomis kepada masyarakat, pihaknya akan praktik langsung dalam kegiatan lepas pisah kelas akhir.
Selama kegiatan menjelang lepas pisah kelas akhir itu, Karang Taruna Laskar Obor membuka stan atau bazar selama proses pelaksanaan lomba-lomba.
Kegiatan ini, lanjut Imran, sudah dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan melakukan praktik langsung produksi di lapangan sebagai media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Karena momentum kegiatan ini akan dihadiri oleh banyak masyarakat nantinya, sehingga bisa kami manfaatkan untuk juga memberikan edukasi lebih luas,” tambahnya.
Menularkan Kepada Lembaga Pendidikan Lain
Tak hanya akan dilakukan di MI Al-Kautsar, cara pengelolaan sampah ini juga akan diketuk tularkan ke lembaga pendidikan lain utamanya yang ada di Desa Pagerungan Besar.
Langkahnya, akan melakukan demonstrasi langsung ke sekolah-sekolah yang lain, sehingga gerakannya bisa semakin massif untuk mengurangi masalah sampah.
“Hal ini sebagai cara kami membangun gerakan kolektif dalam mengurangi penumpukan sampah di Kecamatan Sapeken dan bisa mengubah sampah menjadi memiliki nilai ekonomis,” tuturnya.
Penguatan Pengolahan Sampah
Lebih lanjut, ia mengatakan, para siswa tidak hanya akan diajak untuk praktik langsung pengolahannya, namun, dalam waktu dekat juga akan diberikan edukasi melalui pelatihan.
Menurutnya, pemberian pelatihan ini sebagai upaya untuk menguatkan pengetahuan serta mendorong eksplorasi siswa dalam memanfaatkan sampah yang ada di sekitarnya.
“Jika siswa sudah memiliki pengetahuan dan cara praktik langsung, nanti tidak hanya terbatas pada yang diajarkan, harapannya, menjadi bekal di masa depan dalam mengurangi sampah dan mengubah nilainya,” pungkasnya.













