Berita

Dudung Abdurachman: Pembangunan Industri Pertahanan Jadi Fokus Serius Presiden Prabowo

Avatar
479
×

Dudung Abdurachman: Pembangunan Industri Pertahanan Jadi Fokus Serius Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Dudung Abdurachman: Pembangunan Industri Pertahanan Jadi Fokus Serius Presiden Prabowo
Dudung Abdurachman saat meninjau pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indo Defence 2025

Mediapribumi.id, Jakarta  — Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa penguatan industri pertahanan nasional menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikannya saat meninjau pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indo Defence 2025 di Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Dudung menyoroti pentingnya kemandirian dalam teknologi pertahanan, agar Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara lain.

Menurutnya, percepatan pembangunan industri pertahanan nasional mutlak dilakukan seiring dengan perkembangan global yang kian pesat.

“Saya melihat lintasan perkembangan industri pertahanan di dunia sangat cepat, terutama setelah kita menyaksikan konflik seperti di Ukraina, Rusia, Israel, dan Iran. Kita tidak boleh tertinggal,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu kepada awak media.

Dudung menyampaikan, bahwa arahan Presiden Prabowo sangat jelas dalam mendorong pembentukan ekosistem pertahanan nasional yang kuat dan mandiri. Saat ini, Indonesia telah memiliki konsorsium Defend-ID yang mencakup PT PINDAD, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia.

Namun menurutnya, hal itu perlu terus dikembangkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna dan pembeli, tetapi juga produsen.

“Kita harus membangun kemandirian dalam industri pertahanan. Bukan hanya membeli, tetapi juga mampu memproduksi sendiri,” tegas Dudung.

Ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan teknologi pertahanan melalui kolaborasi, antara pemerintah dan sektor swasta, termasuk dalam hal pengembangan drone dan transfer of technology (ToT) dengan negara mitra.

“Dengan teknologi yang terus berkembang, kita harus mampu mengimbangi negara lain. Dan Presiden sangat fokus dalam hal ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dudung menyebut pengembangan drone menjadi salah satu perhatian utama. Ia bahkan mengaku telah memesan berbagai jenis drone saat menjabat KSAD, termasuk drone pengintai, drone pengebom, dan drone kamikaze.

“Kita dorong terus, apalagi dengan dukungan penuh dari Presiden. Hanya saja, semua tentu harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara,” pungkasnya.

Dudung berharap gelaran Indo Defence dapat menjadi ajang strategis untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara sahabat dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep