BeritaPeristiwa

Jamaah Haji Kloter 78 Sumenep Rampungkan Rangkaian Haji, Satu Jamaah Wafat di Makkah

Avatar
14
×

Jamaah Haji Kloter 78 Sumenep Rampungkan Rangkaian Haji, Satu Jamaah Wafat di Makkah

Sebarkan artikel ini
Jamaah Haji Kloter 78 Sumenep Rampungkan Rangkaian Haji, Satu Jamaah Wafat di Makkah
Flayer Bela Sungkawa Kemenhaj Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Jamaah haji Kloter SUB 78 asal Kabupaten Sumenep telah menuntaskan rangkaian utama ibadah haji di Tanah Suci. Secara umum, kondisi kesehatan jamaah dilaporkan baik meski terdapat beberapa jamaah yang sempat menjalani perawatan medis pasca pelaksanaan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ketua Kloter SUB 78, Said Syamsuri, mengatakan mayoritas jamaah dalam keadaan sehat dan mampu mengikuti seluruh tahapan ibadah haji dengan lancar.

“Alhamdulillah, secara umum kesehatan jamaah haji Kloter 78 dalam kondisi baik dan sudah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan tuntas. Hanya ada dua jamaah yang pasca-Armuzna harus dirujuk ke Rumah Sakit King Faisal karena faktor kelelahan. Satu di antaranya sudah kembali ke hotel dan dinyatakan sehat oleh dokter,” katanya, Rabu (03/05/2026)

Di tengah kelancaran pelaksanaan ibadah haji, Kloter 78 juga menerima kabar duka atas wafatnya salah seorang jamaah asal Sumenep, Hj. Nawa Supatra.

Menurut Said, almarhumah sebelumnya telah dirawat di Rumah Sakit King Faisal, Makkah, sebelum pelaksanaan Armuzna karena kondisi kesehatannya yang menurun. Meski demikian, petugas tetap memfasilitasi almarhumah untuk menjalankan rukun haji melalui program safari wukuf.

“Beliau mendapatkan layanan safari wukuf sehingga tetap bisa melaksanakan wukuf di Arafah bersama jamaah lainnya. Setelah itu kembali dirawat di rumah sakit. Dalam dua hari terakhir kondisinya dinyatakan kritis oleh dokter hingga akhirnya wafat pada 3 Juni 2026 pukul 00.56 Waktu Arab Saudi,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan tim medis, almarhumah meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

Saat ini, jamaah Kloter SUB 78 masih berada di Makkah sambil menunggu pelaksanaan tawaf wada’ atau tawaf perpisahan sebelum diberangkatkan menuju Madinah. Selama masa menunggu, jamaah memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram maupun di tempat penginapan.

“Ibadah selanjutnya adalah thawaf wada’ sebelum bergeser ke Madinah. Jamaah mengisi waktu dengan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram dan di hotel masing-masing,” kata Said.

Ia menambahkan, secara umum tidak terdapat hambatan berarti selama pelaksanaan ibadah haji. Berbagai persoalan yang muncul hanya bersifat teknis dan lazim terjadi dalam kelompok besar yang terdiri dari jamaah dengan latar belakang serta karakter yang beragam.

“Alhamdulillah tidak ada kendala yang krusial. Yang ada hanya persoalan teknis yang biasa terjadi karena jumlah jamaah yang banyak dengan karakter dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda,” tuturnya.

Said juga mengimbau keluarga jamaah di Kabupaten Sumenep agar terus memberikan doa dan dukungan kepada anggota keluarganya yang masih berada di Tanah Suci. Ia meminta jamaah tetap disiplin menjaga kesehatan serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku.

“Kami berharap keluarga jamaah terus mendoakan dan memberikan dukungan. Jamaah juga harus tetap menjaga kesehatan dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk tidak membawa barang-barang terlarang di dalam koper,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep