BeritaPeristiwa

Kemenhaj Sumenep Sampaikan Duka atas Wafatnya Jamaah Haji di Tanah Suci

Avatar
15
×

Kemenhaj Sumenep Sampaikan Duka atas Wafatnya Jamaah Haji di Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
Kemenhaj Sumenep Sampaikan Duka atas Wafatnya Jamaah Haji di Tanah Suci
Kepala Kemenhaj Sumenep, Ahmad Halimy

Mediapribumi.id, Sumenep — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sumenep menyampaikan belasungkawa atas wafatnya salah satu jamaah haji asal Sumenep atas nama Hj. Nawa Supatra yang tergabung dalam Kloter SUB 78 di Tanah Suci, Arab Saudi.

Kepala Kemenhaj Sumenep, Ahmad Halimy, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kondisi jamaah yang sakit dari Ketua Kloter 78 pada Rabu (03/06/2026) menjelang waktu Magrib.

“Sekitar waktu Magrib kemarin kami mendapatkan informasi dari Ketua Kloter 78 bahwa ada jamaah yang sedang sakit. Yang bersangkutan sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama dua hari,” kata Halimy.

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan resmi dari petugas kloter terkait riwayat penyakit yang diderita almarhumah sebelum meninggal dunia.

“Kami belum mendapatkan laporan detail mengenai penyakit yang diderita. Nanti akan dilaporkan secara resmi oleh Ketua Kloter kepada kami,” ujarnya.

Sebagai bentuk empati kepada keluarga yang ditinggalkan, jajaran Kemenhaj Sumenep langsung mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril.

“Kami sudah melayat ke keluarga dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT,” tutur Halimy.

Ia menjelaskan, seluruh calon jamaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci sebelumnya telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, jamaah yang berangkat dipastikan telah memenuhi persyaratan kesehatan.

“Sebelum berangkat, seluruh jamaah menjalani pemeriksaan kesehatan. Yang diberangkatkan tentu sudah memenuhi kriteria kesehatan yang ditentukan,” jelasnya.

Menurut Halimy, kondisi fisik setiap jamaah berbeda-beda. Selain faktor usia dan riwayat kesehatan, perubahan cuaca dan iklim yang cukup ekstrem di Arab Saudi juga dapat memengaruhi kondisi tubuh jamaah selama menjalankan ibadah.

“Kondisi fisik jamaah tentu tidak sama. Kemungkinan perubahan iklim dan cuaca juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan jamaah selama berada di Tanah Suci,” katanya.

Sementara itu, proses pemulangan jamaah haji asal Sumenep dijadwalkan berlangsung sekitar 15 hari ke depan. Pihak Kemenhaj memastikan akan terus memberikan informasi terbaru kepada keluarga jamaah terkait perkembangan dan jadwal kepulangan.

“Sekitar 15 hari lagi jamaah akan dipulangkan. Nanti informasi terkait kepulangan akan kami sampaikan kepada keluarga,” ungkap Halimy.

Ia berharap seluruh jamaah haji asal Sumenep yang masih berada di Tanah Suci senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga kembali ke tanah air.

“Kami berharap seluruh jamaah haji diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah maupun dalam perjalanan pulang ke Indonesia,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep