Berita

Diskominfo Sumenep Gelar Workshop dan Kompetisi Film Pendek 2025: Angkat Akar Tradisi ke Layar Digital

Avatar
336
×

Diskominfo Sumenep Gelar Workshop dan Kompetisi Film Pendek 2025: Angkat Akar Tradisi ke Layar Digital

Sebarkan artikel ini
Diskominfo Sumenep Gelar Workshop dan Kompetisi Film Pendek 2025: Angkat Akar Tradisi ke Layar Digital

Mediapribumi.id, Sumenep — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep menggelar Workshop dan Kompetisi Film Pendek Tingkat Pelajar dan Mahasiswa 2025, di Aula Diskominfo setempat dengan tema “Dari Akar Tradisi Menuju Layar Digital.”

Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah bagi anak muda Sumenep untuk mengekspresikan ide dan menggali nilai-nilai budaya lokal melalui medium film.

“Kabupaten Sumenep banyak menyimpan cerita dan nilai kehidupan yang membentuk siapa kita hari ini. Potensi besar itu tidak akan bermakna tanpa ada generasi muda yang mau mengangkat dan menceritakannya dengan cara baru,” ujar Indra, Minggu (12/10/2025).

Ia menegaskan, melalui tema “Dari Akar Tradisi Menuju Layar Digital”, pihaknya ingin mendorong generasi muda agar tetap berpijak pada budaya lokal, namun berani berinovasi di era digital.

“Kita tidak boleh lepas dari akar budaya yang menumbuhkan kita, tapi juga harus berani menapaki dunia digital untuk membuka peluang baru bagi ekspresi, inovasi, dan kolaborasi,” imbuhnya.

Indra juga menyoroti semangat dan kreativitas masyarakat Sumenep, baik di daratan maupun kepulauan, yang dinilai memiliki daya juang tinggi serta kepekaan terhadap nilai-nilai tradisi.

“Kami ingin melihat bagaimana anak-anak muda memaknai kehidupan di sekitar mereka, memandang rumah, pertemanan, perjuangan, dan impian masa kini. Melalui film, kami ingin belajar dari cara mereka melihat dunia,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang perfilman, di antaranya Hariono Putra (Director of Photography), Badruz Zeman (Film Maker Animator dan Founder 50 Feet Cinema), serta Asri Nai’ Mollah (Film Scriptwriter). Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapat pelatihan intensif tentang sinematografi dan storytelling digital.

Indra berharap kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak kreator muda dari Sumenep yang mampu membawa nilai-nilai tradisi ke ruang digital secara kreatif dan membanggakan.

“Semoga melalui karya-karya kalian, kita semua dapat melihat Kabupaten Sumenep dan diri kita sendiri dengan cara yang lebih indah dan membanggakan,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep