Example floating
Example floating
Ekonomi

Dinilai Akan Mencekik Perekonomian Rakyat, PKC PMII Jatim Tolak Program Tapera

589
×

Dinilai Akan Mencekik Perekonomian Rakyat, PKC PMII Jatim Tolak Program Tapera

Sebarkan artikel ini
Dinilai Akan Mencekik Perekonomian Rakyat, PKC PMII Jatim Tolak Program Tapera
Moh. Lutfi Wakil Ketua Bidang Gerakan PKC PMII Jawa Timur.
Example 468x60

Mediapribumi.id, Surabaya — Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan adanya Pelaksanaan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dikhawatirkan dapat mencekik perekonomian rakyat semakin kritis.

Diketahui pada program ini gaji pekerja swasta dan buruh lepas akan dipotong sebagai bagian dari iuran Tapera. Bahkan, pemerintah mendorong program ini terealisasi paling lambat dimulai 2027 mendatang.

Hadirnya program tersebut mendapat Penolakan serius dari Pengurus Pergerakan Mahasiswa islam indonesia Jawa Timur (PKC PMII Jatim).

“Potongan yang dibebankan dalam program Tapera mencapai 3 persen. Jumlah ini dengan rincian iuran yang dibebankan 2,5 persen kepada pekerja dan 0,5 persen pemberi kerja dari upah pekerja sebulan”, kata Moh. Lutfi Wakil Ketua Bidang Gerakan PKC PMII Jawa Timur. Sabtu (1/6/2024).

Menurutnya Hampir seluruh asosiasi serikat buruh menolak kebijakan itu. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KASPI) mengkritik program ini dan menilai kebijakan ini akan membebani buruh serta masyarakat ekonomi menengah dan bawah.

Kebijakan Tapera sendiri tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pada 20 Mei 2024.

Lutfi juga menegaskan dengan kebijakan program Tapera akan memberikan dampak terhadap nasib kelas menengah dan bawah di Indonesia semakin berat di tengah kondisi ekonomi nasional yang penuh tekanan dan ketidak pastian.

“Sebagai gambaran rata-rata UMK di jawa timur sekitar 2,5 juta rupiah apabila ini dipotong iuran BPJS dan ditambah tapera maka kemungkinan hanya tersisa 2 juta rupiah untuk bertahan hidup selama satu bulan, tentu ini sangat tidak cukup dan memprihatinkan ditambah dengan makin melambungnya harga-harga bahan pokok maka semakin tercekik hidup masyarakat miskin di indonesia,” pungkasnya.

Maka, dengan mempertimbangkan berbagai aspek kalkulasi ekonomi dan jerat kemiskinan yang semakin ekstrem tersebut, maka dalam pres rilis yang diedarkan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa islam indonesia Jawa Timur (PKC PMII Jatim) dengan Tegas Menolak  kebijakan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) secara menyeluruh dan tanpa terkecuali.

PMII Jawa Timur dikabarkan akan melakukan konsolidasi pengawalan
Serius mengenai Tapera dan apabila kebijakan tapera ini dipaksakan maka PKC PMII Jatim akan melakukan aksi demonstrasi yang masif guna membatalkan. kebijakan sepihak pemerintah tersebut

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *