BeritaEkonomi

Petani di Sumenep Keluhkan Anjloknya Harga Cabai Rawit

Avatar
24
×

Petani di Sumenep Keluhkan Anjloknya Harga Cabai Rawit

Sebarkan artikel ini
Petani di Sumenep Keluhkan Anjloknya Harga Cabai Rawit
Tampak Pedagang Sayur di Pasar Anom Sumenep.

Mediapribumi.id, Sumenep — Harga cabai rawit di Kabupaten Sumenep balakangan terpantau mengalami penurunan. Kondisi ini memicu keluhan dari petani.

Hasil panelesururan media ini, harga cabai rawit merah di Sumenep pada pertengahan April 2026 Rp60.000, pertengahan Mei turun menjadi Rp40.000, hingga pertengahan Juni 2026 tetap di harga yang sama, dan bertahan hingga bulan Juli.

Harga tersebut merupakan harga akhir yang dijual kepada konsumen khususnya di Pasar Anom Baru Sumenep. Tentunya harga itu berbeda dibandingkan di petani langsung.

Salah satu petani muda di Kecamatan Rubaru, Sumenep, Moh. Kholid mengaku saat ini harga penjualan cabai kepada pengulak jauh dari ekspektasi dirinya sebagai petani.

Dia merinci, saat ini harga cabai di tingkat petani, untuk cabai rawit merah Rp20.000 per kilogram, sedangkan untuk cabai rawit biru Rp14.000.

“Dengan harga ini, kami petani tidak mendapatkan keuntungan. Karena kami membutuhkan modal seperti pupuk dan sebagainya,” kata Kholid, Sabtu (11/07/2026).

Ia menjelaskan, untuk Break Event Point (BEP) atau titik impas harga yang secara perhitungan tidak rugi bagi petani, cabai rawit merah Rp30.000, kalau di bawahnya hanya mencukupi modal yang dikeluarkan, dan jika di bawah Rp25.000 rugi.

Sedangkan untuk cabai rawit biru minimal di harga Rp15.000, dan jika di bawahnya hanya mencukupi modal bahkan bisa dibilang rugi.

“Sedangkan, saat ini untuk pupuk non subsidi semuanya mengalami kenaikan,” tuturnya.

Sementara, Kepala UPT Pasar Anom Sumenep, Ibnu Hajar mengakui bahwa saat ini beberapa komoditas kebutuhan mengalami penurunan.

“Benar, pantauan kami di Sumenep beberapa komoditas harganya turun,” tuturnya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan terkait faktor turunnya harga cabai yang dikeluhkan petani tersebut setelah melakukan pemantauan harga kebutuhan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Kami belum bisa memastikan penyebab turunnya harga cabai itu,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *