BeritaEkonomi

Melon The Blues, Sensasi Baru dari Desa Alas Malang Pulau Raas

Avatar
19
×

Melon The Blues, Sensasi Baru dari Desa Alas Malang Pulau Raas

Sebarkan artikel ini

Mediapribumi.id, Sumenep — Inovasi pertanian kembali lahir dari wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. Desa Alas Malang, Kecamatan Raas, kini menghadirkan sensasi baru melalui budidaya melon bertajuk Melon The Blues, yang mulai menarik perhatian masyarakat setempat.

Program ini diawali dengan penanaman sebanyak 300 bibit melon yang dikelola secara mandiri oleh warga desa. Dengan masa tanam sekitar 75 hari, melon yang dihasilkan memiliki kualitas yang menjanjikan. Untuk panen perdana dijadwalkan hari minggu, tanggal 3 Mei 2026. Buah segar ini dipasarkan dengan harga promo, Rp20.000 per kilogram.

Menariknya, keberhasilan budidaya melon ini tidak lepas dari peran kemitraan dengan SKK Migas – Kangean Energy Indonesia. Sejak tahun 2024, Desa Alas Malang telah menjadi mitra binaan melalui program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, dengan komoditas awal berupa cabai dan tomat.

Memasuki tahun 2025, program tersebut berkembang dengan menghadirkan budidaya melon The Blues sebagai komoditas baru yang bernilai ekonomi lebih tinggi.

Flayer promosi panen melon di Desa Alas Malang, Kecamatan Raas, Sumenep.

Kepala Desa Alas Malang, Samiudin mengungkapkan bahwa perjalanan merintis budidaya ini penuh tantangan sejak awal.

“Sejak awal kami memulai dengan penuh keterbatasan. Mulai dari belajar teknik tanam, menyesuaikan kondisi tanah, hingga perawatan yang tepat. Namun dengan semangat dan kebersamaan warga, serta dukungan dari program binaan, perlahan hasilnya mulai terlihat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan, tetapi juga ingin memasyarakatkan budidaya melon di desanya.

“Kami punya semangat besar untuk menjadikan melon sebagai komoditas unggulan di Desa Alas Malang. Harapannya, ke depan semakin banyak masyarakat yang ikut menanam, sehingga desa ini bisa dikenal sebagai sentra melon di wilayah kepulauan,” jelas Samiudin.

“Untuk 2026, kami sedang diskusi serius dengan Kangean Energy Indonesia, untuk pengembangan dan pendampingan pertanian di Desa kami,” tambahnya.

Dengan hadirnya Melon The Blues, Desa Alas Malang tidak hanya menawarkan hasil pertanian, tetapi juga harapan baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat.

“Inovasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga dan mitra binaan mampu melahirkan potensi besar dari sektor pertanian Desa Alas Malang,” tukasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep