BeritaEkonomiMigas

ESDM Catat Capaian Positif 2025, Lifting Minyak Tembus Target dan PNBP Lampaui APBN

Avatar
666
×

ESDM Catat Capaian Positif 2025, Lifting Minyak Tembus Target dan PNBP Lampaui APBN

Sebarkan artikel ini
ESDM Catat Capaian Positif 2025, Lifting Minyak Tembus Target dan PNBP Lampaui APBN
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Foto: Kementerian ESDM)

Mediapribumi.id, — Sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang tahun 2025 dalam upaya mewujudkan swasembada energi nasional.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, meskipun sektor ESDM menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2025, pemerintah tetap hadir memastikan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“Tahun 2025 ini penuh dinamika dan tantangan. Namun, justru di situlah kehadiran negara dibutuhkan untuk memastikan target Presiden dapat terwujud,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (08/01/2026).

Salah satu capaian utama adalah realisasi lifting minyak bumi yang mencapai 605,3 ribu barel per hari (MBOPD) atau 100,05 persen dari target APBN 2025. Sementara lifting gas bumi tercatat sebesar 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), sedikit di bawah target APBN sebesar 1.005 MBOEPD.

Meski demikian, seluruh kebutuhan gas nasional sepanjang 2025 dipenuhi dari produksi dalam negeri tanpa impor. Dari total pasokan gas sebesar 5.600 BBTUD, sebanyak 3.908 BBTUD atau 69 persen dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, seperti hilirisasi industri, BBG, jaringan gas rumah tangga, ketenagalistrikan, LNG, dan LPG. Sisanya sebesar 1.691 BBTUD atau 31 persen diekspor.

Di sisi penerimaan negara, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM melampaui target APBN 2025. PNBP tercatat mencapai Rp138,37 triliun atau 108,56 persen dari target. Penerimaan tersebut bersumber dari SDA minerba, panas bumi, serta sektor lainnya, termasuk layanan BLU, iuran badan usaha migas, DMO, jasa ketenagalistrikan, hingga pemanfaatan BMN.

“Ini adalah hasil kerja tim yang penuh inovasi dan totalitas, karena negara membutuhkan dana untuk membiayai program-program kerakyatan,” tegas Bahlil.

Dari sisi investasi, sektor ESDM berhasil membukukan investasi sebesar USD31,7 miliar. Nilai tersebut berasal dari subsektor migas sebesar USD18 miliar, minerba USD6,7 miliar, ketenagalistrikan USD4,6 miliar, serta energi baru dan terbarukan (EBTKE) USD2,4 miliar. Untuk mendorong investasi ke depan, Kementerian ESDM akan menugaskan PT PLN (Persero) mempercepat pembangunan pembangkit baru sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Pada subsektor minerba, produksi batubara nasional mencapai 790 juta ton. Dari jumlah tersebut, 32 persen dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, 65,1 persen atau 514 juta ton diekspor, dan 2,8 persen atau sekitar 22 juta ton menjadi stok.

Sementara itu, bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sepanjang 2025 mencapai 15,75 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Total kapasitas terpasang EBT hingga Desember 2025 mencapai 15.630 MW, dengan tambahan kapasitas terbesar dalam lima tahun terakhir. Kapasitas tersebut berasal dari pembangkit hidro, bioenergi, panas bumi, surya, angin, gasifikasi batubara, hingga energi sampah.

Kementerian ESDM juga mewajibkan implementasi kebijakan B40, yakni campuran 40 persen biodiesel berbasis sawit dan 60 persen solar. Sepanjang Januari–Desember 2025, pemanfaatan biodiesel mencapai 14,2 juta kiloliter atau 105,2 persen dari target. Kebijakan ini menekan impor solar hingga 3,3 juta kiloliter, menghemat devisa Rp130,21 triliun, serta menurunkan emisi sebesar 38,88 juta ton CO₂ ekuivalen.

Dari sektor ketenagalistrikan, konsumsi listrik per kapita nasional mencapai 1.584 kWh atau 108,2 persen dari target 2025. Kapasitas terpasang pembangkit listrik juga meningkat menjadi 107,51 GW atau bertambah 7 GW dibanding tahun sebelumnya.

Untuk pemerataan akses listrik, pemerintah menjalankan Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Sepanjang 2025, Program Lisdes melistriki 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi, sementara BPBL telah terpasang bagi 205.968 rumah tangga.

“Presiden Prabowo menargetkan seluruh desa dan dusun harus teraliri listrik pada 2029–2030 sebagai bentuk kehadiran negara,” kata Bahlil.

Selain itu, pemerintah menerbitkan sejumlah regulasi strategis sepanjang 2025, antara lain terkait pertambangan inklusif, sumur minyak masyarakat, tata kelola RKAB, serta percepatan pengembangan EBT.

Di bidang ketenagakerjaan, sektor ESDM menyerap 871.574 tenaga kerja di subsektor migas, minerba, ketenagalistrikan, dan EBTKE, sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep