Mediapribumi.id, Sumenep — Antrean Bahan Bahan Minyak (BBM) bersubsidi kembali mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Sumenep dan sekitarnya.
Diantaranya, SPBU 5469403 Desa Gedungan Kecamatan Batuan, SPBU 5469407 Desa Paberasan, dan SPBU 5469401 Desa Kolor, keduanya berada di Kecamatan Kota Sumenep.
Terhadap hal tersebut Pertamina Patra Niaga membantah adanya pengurangan pasokan ke SPBU di Wilayah Sumenep.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi meminta masyarakat untuk bijak mengambil informasi di media sosial.
“Pastikan informasinya terverifikasi dan bisa dipercaya. Jika membutuhkan informasi kunjungi kanal resmi Pertamina atau call center Pertamina,” katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Dia menjelaskan di tiga SPBU itu dalam proses pengiriman, dan sebagian dia mengklaim saat ini stok masih ada.
Rinciannya, di SPBU 5469401 Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep untuk BBM jenis Pertalite tersedia sebanyak 14.000 liter, Biosolar sebanyak 300 liter dan masih dalam pengiriman 8.000 liter.
Sedangkan di SPBU 5469407 Desa Paberasan stok yang tersedia, Pertalite sebanyak 1.800 liter dan masih dalam pengiriman 16.000 liter. Untuk jenis Biosolar, stok tersedia 800 liter dan yang tengah dikirimkan sebanyak 8.000 liter.
Selanjutnya, di SPBU 5469403 Desa Gedungan Kecamatan Batuan, Pertalite tersedia sebanyak 2.300 liter dan 8.000 liter dalam proses pengiriman. BBM jenis Biosolar stoknya tersedia 900 liter, serta sebanyak 8.000 liter dalam proses pengiriman.
“Sampai saat ini tidak ada pengurangan pasokan ke SPBU,” tegasnya.
Disinggung terkait antrean mengular yang terjadi belakangan, Ahad Rahedi menyebut disebabkan kebutuhan masyarakat terhadap Biosolar terjadi dalam waktu yang bersamaan.
“Antrean terjadi karena kebutuhan yang bersamaan,” tambahnya.
Sementara, salah satu Sopir Travel Sumenep, Faisal meminta kepada pemerintah dan Pertamina untuk meningkatkan pengiriman BBM Bersubsidi itu.
Dia mengaku belakangan sering terhambat pekerjaannya ketika hendak mengantarkan penumpang karena sulit mendapatkan BBM jenis Biosolar. Bahkan jika ada di salah satu SPBU harus antre selama berjam-jam.
“Karena masyarakat yang membutuhkan sebagian digunakan untuk pekerjaan guna menafkahi keluarga,” tandasnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













