Berita

UMM Jadi Mentor Nasional, Dampingi Penguatan Mutu Perguruan Tinggi di NTB

Avatar
301
×

UMM Jadi Mentor Nasional, Dampingi Penguatan Mutu Perguruan Tinggi di NTB

Sebarkan artikel ini
UMM Jadi Mentor Nasional, Dampingi Penguatan Mutu Perguruan Tinggi di NTB

Mediapribumi.id, NTB — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dengan dipercaya oleh Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Mentor dalam Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP PTS) Kemitraan 2025.

Dalam program ini, UMM ditunjuk untuk mendampingi dua perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat, yakni STMIK Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani Lombok Timur dan STIPAR Soromandi Bima. Kegiatan pendampingan di STMIK Syaikh Zainuddin berlangsung selama September hingga Oktober 2025, dengan fokus utama pada penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Program nasional ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan, tata kelola, dan sistem mutu PTS di berbagai daerah. Melalui skema kemitraan, kampus unggulan seperti UMM ditugaskan menjadi mentor bagi perguruan tinggi mitra untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi.

Untuk mendukung program ini, UMM menugaskan tiga dosen berpengalaman, yakni Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si, Dr. Ir. Samin, MT, dan Dr. Ir. Wahono. Selama dua bulan, mereka memberikan pendampingan intensif kepada pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan STMIK Syaikh Zainuddin melalui workshop, penyusunan dokumen mutu, serta simulasi pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan Standar Pendidikan Tinggi).

Prof. Jabal Tarik Ibrahim menjelaskan, pendampingan ini menitikberatkan pada pembentukan budaya mutu di lingkungan kampus.

“Kami ingin memastikan sistem penjaminan mutu tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja. Ketika budaya mutu hidup, setiap proses akademik berjalan dengan kesadaran dan tanggung jawab,” ujarnya. Kamis (23/10/2025).

Ia menilai STMIK Syaikh Zainuddin memiliki potensi besar untuk berkembang.

“Semangat para dosen dan pimpinan luar biasa. Mereka punya komitmen tinggi memperbaiki sistem dan meningkatkan akreditasi,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Samin menekankan pentingnya mekanisme evaluasi yang berkelanjutan, sedangkan Dr. Wahono menyoroti sinergi antarunit sebagai kunci keberhasilan sistem mutu.

“Mutu tidak akan hidup tanpa kolaborasi,” tegas Wahono.

Ketua Program PP PTS Kemitraan UMM, Dr. Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed., menyebut penunjukan UMM sebagai mentor merupakan bentuk kepercayaan besar dari pemerintah.

“Pendampingan ini bukan sekadar program, tapi kontribusi nyata UMM bagi kemajuan pendidikan tinggi nasional. Penguatan mutu adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, SPMI menjadi tulang punggung pengelolaan mutu perguruan tinggi karena mampu menjaga standar akademik dan pelayanan secara berkelanjutan.

“SPMI bukan hanya soal akreditasi, tapi tentang membangun budaya perbaikan berkelanjutan,” tegasnya.

UMM, lanjutnya, juga akan melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan sistem mutu yang telah dibangun benar-benar dijalankan secara konsisten.

“Kami ingin hasilnya berkelanjutan dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu kampus mitra,” imbuh Dr. Rina.

Pendampingan UMM mendapat sambutan positif dari sivitas akademika STMIK Syaikh Zainuddin. Para dosen menilai kegiatan ini membuka wawasan baru sekaligus menjadi momentum untuk menata ulang sistem mutu kampus.

Pendekatan partisipatif para mentor membuat peserta mudah memahami penerapan SPMI di lapangan. Selain itu, kerja sama ini juga mempererat hubungan kelembagaan antara UMM dan STMIK Syaikh Zainuddin, yang berkomitmen melanjutkan kolaborasi dalam bidang riset, pengembangan SDM, dan pengabdian masyarakat.

Program PP PTS Kemitraan 2025 di STMIK Syaikh Zainuddin menjadi bukti bahwa penguatan sistem mutu dapat berjalan efektif melalui sinergi antarkampus. Dengan dukungan UMM, kampus di Lombok Timur ini kini memiliki arah lebih jelas dalam menyiapkan diri menuju peningkatan akreditasi institusi dan program studi.

Ke depan, hasil pendampingan ini diharapkan menjadi contoh bagi PTS lain di NTB, sekaligus menegaskan peran UMM sebagai kampus rujukan nasional yang aktif mendorong transformasi mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

“Kami percaya mutu pendidikan tinggi Indonesia akan meningkat jika semua PTS tumbuh bersama. Semangat kolaborasi inilah yang menjadi roh dari PP PTS Kemitraan,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep