Pendidikan

Tim PPM UMM Ajak Guru Implementasikan Kurikulum Merdeka Berbasis PjBL

Avatar
1536
×

Tim PPM UMM Ajak Guru Implementasikan Kurikulum Merdeka Berbasis PjBL

Sebarkan artikel ini
Tim PPM UMM Ajak Guru Implementasikan Kurikulum Merdeka Berbasis PjBL
Drs. Gigit Mujianto, MM dan tim memberikan pengetahuan PjBL untuk guru Muhammadiyah

Mediapribumi.id, Sumenep — Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah, Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) bekerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang mengadakan kegiatan pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Project Base Learning (PBL).

Acara ini, dihadiri oleh sekira 50 peserta yang merupakan perwakilan dari lebih dari 20 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Malang.

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang ini berlangsung antusias besar dari para peserta yang mayoritas merupakan para guru.

Drs. Gigit Mujianto, M.Si selaku Ketua Tim PPM FKIP UMM menjelaskan, bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, dan inovasi pembelajaran para guru, yang diharapkan dapat mendongkrak kualitas mutu pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan inovasi pembelajaran yang diharapkan dapat mendongkrak kualitas mutu pendidikan di lingkungan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah,” kata Gigit Mujianto saat menyampaikan sambutan.

Menurutnya, penerapan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Project Based Learning menjadi salah satu langkah strategis untuk menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan, di mana mereka tidak hanya harus menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Pelatihan ini, diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teori kepada para peserta, tetapi juga kemampuan praktis dalam merancang dan mengimplementasikan bahan ajar berbasis proyek.

Disamping itu, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah, “Terciptanya bahan ajar, modul ajar, dan video pembelajaran yang relevan dan inovatif, yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif di kelas,” ungkapnya.

Disamping itu, Dr. Agus Tinus, M.Pd, selaku Ketua Dikdasmen Kabupaten Malang menegaskan, bahwa Kurikulum Merdeka harus diterapkan dengan pemahaman yang komprehensif, agar pembelajaran yang berbasis proyek tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar mampu melatih keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas siswa.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para guru yang berhasil menciptakan produk pembelajaran terbaik, Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Malang memberikan penghargaan kepada yang menghasilkan bahan ajar, modul ajar, dan video pembelajaran terbaik selama pelatihan ini.

“Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para guru untuk terus berinovasi dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa,” tandasnya.

Harapan lain, dengan keikutsertaan 50 guru dari lebih dari 20 sekolah Muhammadiyah, acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang, khususnya di bawah naungan Muhammadiyah.

“Pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Project Based Learning ini bukan hanya sebuah kegiatan sekali jalan, tetapi diharapkan mampu menumbuhkan budaya pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21 di kalangan para pendidik Muhammadiyah,” tukasnya.

Google News

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep