Berita

SPPG Lenteng Timur II Sumenep Jawab Isu Kualitas Menu, Tegaskan Buah Tak Layak Sudah Diganti Sebelum Distribusi

Avatar
183
×

SPPG Lenteng Timur II Sumenep Jawab Isu Kualitas Menu, Tegaskan Buah Tak Layak Sudah Diganti Sebelum Distribusi

Sebarkan artikel ini
SPPG Lenteng Timur II Sumenep Jawab Isu Kualitas Menu, Tegaskan Buah Tak Layak Sudah Diganti Sebelum Distribusi
Tampak Depan SPPG Lenteng Timur II Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lenteng Timur II memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut menu dapurnya tidak memenuhi standar kualitas setelah adanya kebijakan suspensi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi dan pelurusan informasi yang berkembang di masyarakat, Sabtu (07/03/2026).

Sebelumnya, SPPG Lenteng Timur II menjadi salah satu dari empat dapur program pemenuhan gizi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang sementara waktu disuspensi oleh BGN. Keputusan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi, termasuk pemberitaan yang menyoroti kualitas menu yang disajikan kepada para penerima manfaat.

Kepala SPPG Lenteng Timur II, Rizal, membantah isu yang menyebut dapurnya menyajikan menu yang tidak sesuai standar. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Rizal menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat pihaknya mengisi formulir evaluasi dari BGN. Pada saat yang sama, tim dapur menemukan sejumlah buah belimbing dari pemasok yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan secara langsung melalui formulir evaluasi yang disediakan oleh BGN sebagai bagian dari mekanisme pelaporan internal.

“Kami tidak menyangka bahwa laporan evaluasi yang kami sampaikan tersebut kemudian berdampak pada penutupan sementara dapur hingga muncul isu yang berkembang luas,” kata Rizal dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa buah yang dinilai tidak layak tersebut tidak pernah disajikan kepada penerima manfaat. Sebelum proses distribusi makanan dilakukan, pihak dapur telah mengembalikan buah tersebut kepada pemasok dan meminta penggantian dengan buah yang lebih segar.

“Dengan demikian, menu yang akhirnya didistribusikan kepada para penerima manfaat merupakan bahan-bahan yang baik, layak konsumsi, serta telah melalui proses pengecekan dan quality control oleh tim dapur,” jelasnya.

Meski demikian, Rizal menyatakan pihaknya tetap bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja yang berjalan, baik dari sisi manajemen internal maupun kerja sama dengan pihak eksternal, agar seluruh proses tetap sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh BGN.

“Hal-hal yang selama ini kurang, kami akan evaluasi dan terus kami benahi. Kami juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh lembaga terkait, relawan, supplier, khususnya kepada penerima manfaat apabila situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sudah melaksanaka pelaporan ke BGN terkait rencana menu yang akan diberikan dalam waktu satu bulan ke depan setelah berjalan kembali.

Hal ini menjadi salah satu kewajiban pihak SPPG yang diberikan oleh BGN selama masa suspensi sekaligus menjadi evaluasi sebelum dapur kembali mendapatkan izin operasi.

“Kami sudah melaporkan ke BGN, saat ini menunggu pencabutan suspen untuk nantinya beroperasi kembali,” katanya.

SPPG Lenteng Timur II sendiri saat ini melayani sebanyak 2.103 penerima manfaat. Rizal menyebut selama ini pihaknya bersama mitra, staf, dan relawan selalu berupaya menjalankan prosedur sesuai standar kualitas serta memberikan menu terbaik bagi para penerima.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa dalam beberapa kesempatan, mitra dapur rela mengeluarkan biaya pribadi untuk memastikan kualitas menu yang diberikan kepada para siswa penerima program tetap terjaga.

“Karena kami juga menghadapi berbagai tantangan di lapangan, termasuk kenaikan harga bahan pangan, sementara anggaran program makan bergizi tidak mengalami penyesuaian,” ungkapnya.

Rizal berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama agar program pemenuhan gizi ke depan dapat berjalan lebih baik.

“Besar harapan kami agar klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan menjadi bahan evaluasi bersama untuk perbaikan ke depan,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep