Mediapribumi.id, Sumenep — Cuaca di wilayah Kabupaten Sumenep belakangan ini terpantau cukup ekstrem dengan hujan yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masa peralihan musim atau pancaroba yang saat ini sedang berlangsung.
Kepala BMKG Trunojoyo, Ari Widjajanto, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur, termasuk Sumenep, masih berada pada periode musim hujan. Namun secara bertahap kondisi cuaca mulai memasuki masa pancaroba menjelang musim kemarau.
“Sekarang ini masih musim hujan, tetapi sudah mulai masuk masa pancaroba menuju musim kemarau,” kata Ari. Jumat (06/03/2026).
Menurutnya, kondisi pancaroba biasanya ditandai dengan cuaca yang tidak menentu serta potensi cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.
Ari juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu terdeteksi adanya bibit badai tropis di wilayah selatan Indonesia yang memengaruhi pola cuaca di sejumlah daerah, termasuk wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.
“Terdapat bibit badai tropis di selatan Indonesia yakni wilayah Sumatera, Jawa hingga Nusa Tenggara. Ada dua sistem yang cukup berpengaruh yakni wilayah Jawa dan Nusa Tenggara,” jelasnya.
Keberadaan bibit badai tersebut, lanjut Ari, dapat memicu kembali aktivitas angin daratan yang cukup kencang. Kondisi ini kemudian berpotensi menimbulkan hujan yang disertai angin di sejumlah wilayah.
“Angin daratan bisa kembali aktif dan cukup kencang, biasanya disertai hujan,” ujarnya.
Ia menambahkan, masa pancaroba memang dikenal sebagai periode dengan potensi cuaca ekstrem yang cukup tinggi karena adanya perubahan pola atmosfer.
Meski demikian, Ari menjelaskan bahwa sistem yang saat ini terdeteksi masih berupa bibit badai, sehingga kemungkinan perkembangannya masih dapat berubah, baik tumbuh menjadi sistem yang lebih kuat maupun melemah dengan sendirinya.
“Untuk saat ini masih berupa bibit badai. Sistem ini bisa saja berkembang atau justru musnah dengan sendirinya,” katanya.
BMKG juga memprediksi kondisi cuaca dengan potensi hujan dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Dalam tujuh hari ke depan pola cuacanya kurang lebih masih seperti ini karena pemicunya masih berupa bibit badai yang berada di selatan Jawa menuju ke arah timur,” jelasnya.
Dampak dari kondisi tersebut, menurut Ari, juga dirasakan di wilayah Kabupaten Sumenep dalam beberapa waktu terakhir dengan hujan yang turun disertai angin cukup kencang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan,” pungkasnya.













