BeritaPemerintahan

Jumlah SPPG di Sumenep: 50 Beroperasi dan 27 Belum Aktif

Avatar
299
×

Jumlah SPPG di Sumenep: 50 Beroperasi dan 27 Belum Aktif

Sebarkan artikel ini
77 SPPG di Sumenep, 50 Beroperasi dan 27 Belum Aktif
Tampak Depan SPPG Sumenep Pragaan (Foto: Kepala SPPI Sumenep)

Mediapribumi.id, Sumenep – Sebanyak 77 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat berada di wilayah Kabupaten Sumenep hingga Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 50 SPPG telah beroperasi, sementara 27 lainnya masih belum beroperasi.

Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Sumenep, Moh. Kholilurrahman Hidayatullah, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan hasil pemutakhiran terakhir per 12 Januari 2026 yang dilakukan secara menyeluruh di tingkat kecamatan hingga desa.

“Dari total 77 SPPG yang ada di Kabupaten Sumenep, sebanyak 50 unit sudah beroperasi dan memberikan layanan, sedangkan 27 unit masih dalam status tidak beroperasi,” ujar Moh. Kholilurrahman, Minggu (25/01/2026).

Ia menyebutkan, SPPG yang sudah beroperasi tersebar di hampir seluruh kecamatan daratan, seperti Kota Sumenep, Pragaan, Bluto, Lenteng, Guluk-Guluk, Batupitih, Arjasa, Ganding, hingga Batang-Batang. Keberadaan SPPG ini dinilai strategis dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Sementara itu, SPPG yang belum beroperasi sebagian besar berada di wilayah kepulauan dan beberapa kecamatan tertentu. Menurut Kholilurrahman, kondisi tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari kesiapan sarana prasarana, sumber daya manusia, hingga proses administrasi dan teknis operasional.

“Kami terus melakukan evaluasi dan pendampingan agar SPPG yang belum aktif bisa segera beroperasi. Targetnya, pelayanan pemenuhan gizi dapat merata dan menjangkau seluruh wilayah Sumenep, termasuk kepulauan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa SPPI Sumenep akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah untuk mempercepat optimalisasi SPPG, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“SPPG ini bukan sekadar fasilitas, tapi bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Berikut Sebaran Kecamatan SPPG Beroperasi:

Kota Sumenep (8 unit)

Pragaan (7 unit)

Bluto (4 unit)

Lenteng (4 unit)

Guluk-Guluk (3 unit)

Ganding (3 unit)

Batupitih (2 unit)

Arjasa (2 unit)

Dungkek (2 unit)

Gapura (2 unit)

Saronggi (2 unit)

Rubaru (2 unit)

Kecamatan lainnya: Batuan, Dasuk, Kalianget, Batang-Batang, Ra’as, Talango (masing-masing 1 unit)

“SPPG aktif ini telah memberikan layanan pemenuhan gizi di tingkat desa dan kelurahan secara bertahap dan berkelanjutan,” tandasnya.

Sedangkan, Sebaran Kecamatan SPPG Tidak Beroperasi:

Sapeken (3 unit)

Pasongsongan (3 unit)

Ganding (2 unit)

Kalianget (2 unit)

Lenteng (2 unit)

Arjasa (2 unit)

Batang-Batang (2 unit)

Kecamatan lainnya: Gapura, Rubaru, Manding, Dungkek, Ra’as, Ambunten, Guluk-Guluk, Kota Sumenep, Batuan, Bluto, Giligenting (masing-masing 1 unit)

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep