Berita

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MH. Said Abdullah, Generasi Muda Diajak Jadi Garda Depan Penjaga Nilai Kebangsaan

Avatar
186
×

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MH. Said Abdullah, Generasi Muda Diajak Jadi Garda Depan Penjaga Nilai Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MH. Said Abdullah, Generasi Muda Diajak Jadi Garda Depan Penjaga Nilai Kebangsaan

Mediapribumi.id, Sumenep — Peran strategis generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi sorotan utama dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), MH. Said Abdullah, di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, Sumenep, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan yang diikuti mahasiswa dan pemuda tersebut dinilai penting sebagai upaya menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman, mulai dari arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, hingga meningkatnya potensi penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda.

Dua narasumber, Fahrur Rosy dan Roni Ardiyanto, hadir memberikan penguatan pemahaman terkait Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini juga didampingi dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, yakni Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H.

Fahrur Rosy menekankan bahwa generasi muda memiliki peran vital sebagai agen perubahan sekaligus benteng ideologi bangsa. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap Empat Pilar Kebangsaan akan membentuk karakter pemuda yang toleran, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial maupun bernegara.

“Empat Pilar Kebangsaan harus dipahami dan diinternalisasi oleh generasi muda, karena merekalah yang akan menentukan arah masa depan bangsa. Tanpa fondasi ideologi yang kuat, bangsa ini rentan terhadap perpecahan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran agama. Justru sebaliknya, Pancasila lahir dari nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat dan sejalan dengan prinsip-prinsip keagamaan.

“Pancasila adalah titik temu dari keberagaman bangsa Indonesia. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan yang terkandung di dalamnya sangat relevan dengan ajaran agama,” kata Fahrur.

Sementara itu, Roni Ardiyanto mengajak generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang merongrong persatuan bangsa, khususnya di ruang digital. Ia menilai, Empat Pilar Kebangsaan menjadi kompas moral dalam menyikapi berbagai informasi dan dinamika sosial yang berkembang.

“Di tengah derasnya arus informasi, generasi muda harus memiliki pegangan yang kuat. Empat Pilar Kebangsaan adalah panduan agar kita tidak mudah terpengaruh paham-paham yang bertentangan dengan nilai persatuan,” tuturnya.

Roni juga menyoroti peran Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi yang menjamin hak dan kewajiban warga negara, sekaligus mengatur kehidupan bernegara agar berjalan secara adil dan demokratis.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep