BeritaPendidikan

SMKN 1 Sumenep Implementasikan Program SIKAP Gubernur Jatim, Siswa Produksi Sayuran

Avatar
206
×

SMKN 1 Sumenep Implementasikan Program SIKAP Gubernur Jatim, Siswa Produksi Sayuran

Sebarkan artikel ini
SMKN 1 Sumenep Implementasikan Program SIKAP Gubernur Jatim, Siswa Produksi Sayuran untuk Dukung MBG
Suasana Pelaksanaan Program SIKAP SMKN 1 Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumenep mulai mengimplementasikan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan), inisiatif terbaru Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan, kewirausahaan siswa, serta kepedulian lingkungan di satuan pendidikan. Rabu (11/02/2026).

Implementasi program tersebut diwujudkan melalui praktik langsung budidaya sayuran modern di lingkungan sekolah. Para siswa menanam selada dan sawi menggunakan metode ramah lingkungan, dengan memanfaatkan sistem vertikultur berbahan pipa PVC serta polibag sebagai media tanam.

Kepala SMKN 1 Sumenep, Sucipto, menjelaskan bahwa program SIKAP sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang menekankan pembelajaran berbasis praktik.

“Program SIKAP ini sangat relevan dengan SMK. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan bagaimana menghasilkan produk pangan secara modern dan efisien,” ujarnya.

Menurutnya, metode vertikultur dipilih karena tidak membutuhkan lahan luas dan dapat diterapkan di berbagai kondisi lingkungan. Hal ini sekaligus menjadi contoh bahwa pertanian modern bisa dilakukan secara praktis dan memiliki nilai ekonomi.

“Hasil panen siswa juga kami arahkan untuk mendukung kebutuhan bahan mentah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jadi manfaatnya langsung dirasakan,” tambahnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusliy, menilai langkah SMKN 1 Sumenep sebagai bentuk nyata implementasi program prioritas Gubernur Jawa Timur di sektor pendidikan.

“SIKAP bukan hanya program simbolis, tetapi harus diterjemahkan dalam aksi nyata di sekolah. Apa yang dilakukan SMKN 1 Sumenep ini menjadi contoh baik bagaimana sekolah bisa berkontribusi pada ketahanan pangan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa melalui SIKAP, sekolah didorong menjadi pusat pembelajaran produktif yang mampu menghasilkan nilai tambah, baik dari sisi pendidikan maupun manfaat sosial.

Salah satu siswa, Mohammad Rizal Zulkarnain, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui program tersebut. Ia merasa keterampilan bertani modern bisa diterapkan di rumah maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Kami jadi tahu bahwa bertani bisa dilakukan di lahan sempit dan tetap produktif. Ini pengalaman yang sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep