Ada kalanya hidup terasa seperti panggung kecil, tempat kita sudah menyiapkan lirik dan nada, tapi waktunya lewat begitu saja. Lagu itu tetap ada di kepala, utuh, namun tak pernah benar-benar dinyanyikan.
Begitu juga dengan pertemuan. Saat lama tak berjumpa dengan seorang teman, kita sering membawa banyak cerita yang ingin dibagikan: tawa yang tertunda, pertanyaan yang dulu ingin diajukan, atau sekadar ucapan “apa kabar” yang terasa sederhana tapi bermakna. Semua itu seperti lagu yang sudah dihafal, namun tak sempat dilantunkan.
Lalu ketika akhirnya bertemu, kita sadar waktu telah mengubah banyak hal. Ada jeda yang canggung, ada juga hangat yang tiba-tiba kembali. Kita mungkin tak menyanyikan seluruh “lagu” yang sudah lama disiapkan, tapi satu-dua nada cukup untuk mengingatkan bahwa persahabatan pernah, dan masih, punya tempat.
Mungkin inti dari lagu yang tak sempat dinyanyikan bukanlah penyesalan, melainkan pengingat: selama masih ada kesempatan bertemu, selalu ada bait baru yang bisa dibuat bersama. Dan kadang, lagu terbaik justru lahir dari obrolan sederhana setelah lama tak berjumpa.













