Berita

Dari Balai Desa hingga Ruang Sidang DPRD, Pancasila Hidup dalam Semangat Gotong Royong dan Aspirasi Rakyat

Avatar
29
×

Dari Balai Desa hingga Ruang Sidang DPRD, Pancasila Hidup dalam Semangat Gotong Royong dan Aspirasi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Dari Balai Desa hingga Ruang Sidang DPRD, Pancasila Hidup dalam Semangat Gotong Royong dan Aspirasi Rakyat
Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin

Mediapribumi.id, Sumenep — Pancasila sering kali hadir dalam bentuk simbol, dibacakan dalam upacara, atau diperingati melalui berbagai kegiatan seremonial setiap 1 Juni. Namun di Kabupaten Sumenep, nilai-nilai yang terkandung dalam dasar negara itu masih dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di berbagai pelosok desa, warga masih terbiasa bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan, membersihkan tempat ibadah, hingga membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan. Kebiasaan yang telah diwariskan turun-temurun itu menjadi gambaran bahwa Pancasila sesungguhnya tidak pernah jauh dari kehidupan masyarakat.

Gotong Royong

Semangat kebersamaan tersebut mendapat perhatian Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin. Baginya, gotong royong bukan sekadar tradisi sosial, melainkan cerminan nyata nilai-nilai Pancasila yang masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

“Gotong royong merupakan identitas bangsa Indonesia. Di Sumenep, budaya ini masih sangat kuat dan menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam kehidupan masyarakat,” katanya, Senin (01/06/2026).

Menurut Zainal, semangat saling membantu yang tumbuh di lingkungan masyarakat mencerminkan nilai persatuan dan keadilan sosial. Ketika warga bersama-sama menyelesaikan persoalan di lingkungannya, saat itulah Pancasila bekerja tanpa perlu banyak slogan.

Pancasila di Ruang Legislatif

Namun, bagi politisi PDI Perjuangan tersebut, pengamalan Pancasila tidak hanya berlangsung di tengah masyarakat. Nilai-nilai yang sama juga harus hadir dalam proses pemerintahan, termasuk di lembaga legislatif.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan yang lahir berpihak kepada kepentingan masyarakat. Dalam pandangannya, tugas tersebut merupakan bagian dari implementasi sila keempat Pancasila yang menempatkan musyawarah dan perwakilan sebagai landasan dalam pengambilan keputusan.

Di ruang sidang DPRD, suara masyarakat yang disampaikan melalui berbagai forum aspirasi menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan daerah. Karena itu, mendengar dan memperjuangkan kebutuhan warga tidak sekadar menjalankan amanat undang-undang, tetapi juga menjalankan nilai dasar bangsa.

“Sebagai wakil rakyat, kami berkewajiban menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Itu adalah bagian dari pengamalan nilai Pancasila dalam tugas dan fungsi DPRD,” kata Zainal.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah menjaga agar nilai-nilai kebersamaan tidak terkikis oleh sikap individualistis. Sebab, kemajuan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kuatnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Pancasila yang Seharusnya

Karena itu, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar momentum mengenang sejarah lahirnya dasar negara. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus hadir dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga penyelenggaraan pemerintahan.

Di Sumenep, nilai itu masih dapat ditemukan dalam wajah-wajah warga yang bekerja bersama demi kepentingan bersama, juga dalam upaya memperjuangkan aspirasi rakyat melalui lembaga perwakilan. Dari balai desa hingga ruang sidang DPRD, Pancasila terus hidup melalui tindakan nyata yang sederhana, namun bermakna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep