BeritaPendidikan

Siswa Asal Kepulauan Sapeken Sumenep Tembus Event GFLN

Avatar
56
×

Siswa Asal Kepulauan Sapeken Sumenep Tembus Event GFLN

Sebarkan artikel ini
Kabar Baik dari Timur: Dua Siswa Kepulauan Sapeken Tembus Ajang Nasional GFLN
Penampilan Siswa Asal Kepulauan Sapeken di Ajang Nasional GFLN.

Mediapribumi.id, Sumenep — Kabar membanggakan datang dari wilayah kepulauan di ujung timur Madura. Dua siswa asal Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berhasil menembus ajang nasional Global Future Leaders Network (GFLN), sebuah program prestisius pengembangan kepemimpinan generasi muda.

Kedua siswa tersebut adalah Agam Satriya Naraendra (17) dan Radif Gibran Hamzah Prawira 17), yang saat ini duduk di kelas XI SMAN 1 Sapeken. Keberhasilan mereka menjadi hal baru, mengingat keterbatasan akses yang kerap dihadapi pelajar di wilayah kepulauan Sapeken.

Prestasi ini tidak lepas dari kolaborasi antara SKK Migas-KKKS Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama pihak sekolah dalam mendorong potensi generasi muda di daerah terpencil. Dari lima siswa yang mengikuti seleksi awal, hanya dua nama yang berhasil lolos dan mewakili Kepulauan Sapeken di tingkat nasional.

Diketahui bahwa program GFLN dikenal sebagai wadah pengembangan karakter pemimpin masa depan dengan wawasan global. Para peserta harus melalui proses seleksi ketat sebelum dinyatakan lolos.

Selama mengikuti kegiatan di Jakarta pada 15 sampai 20 Juni 2026, Agam dan Radif menjalani berbagai agenda, mulai dari pembukaan program, full day classroom workshop,hingga kunjungan edukatif ke sejumlah institusi strategis seperti SKK Migas, Museum Nasional, Universitas Indonesia, dan fasilitas pengelolaan limbah.

Agam Satriya Naraendra mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan langka tersebut. la menilai pengalaman ini menjadi titik awal untuk membuka wawasan baru, khususnya bagi pelajar dari wilayah kepulauan Sapeken.

“Saya senang sekali bisa ke Jakarta melalui program GFLN ini. Perjalanan kami cukup menantang, mulai dari Sapeken ke Pagerungan Besar, lalu terbang ke Surabaya hingga Jakarta.Saat tiba,ge dung-gedung pencakar langit sangat menginspirasi kami,” kata Agam. Selasa (23/06/2026).

Menurut Agam, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang jarang dirasakan oleh anak-anak dari daerah kepulauan Sapeken, sehingga kegiatan GFLN terus dilakukan dan melibatkan pelajar di Kepulauan Sapeken.

“Terima kasih kepada SKK Migas dan KEI yang telah memberikan kesempatan ini. Jarang sekali anak kepulauan seperti kami bisa merasakan pengalaman ke kota besar, apalag sampai naik pesawat gratis dan mengikuti kegiatan nasional,” tambahnya.

Sebelum mengikuti GFLN, para peserta juga telah menjalani AFS Global Competence Certification dalam empat sesi pembelajaran. Materi yang diberikan meliputi kemampuan memahami perbedaan, menjadi warga global aktif, serta penguatan kepemimpinan.

Agam menilai seluruh rangkaian kegiatan GFLN dikemas secara menarik dan relevan dengan generasi muda, dengan begitu, dirinya mendapat wawasan baru yangjarang ditemui saat dibangku sekolah.

“Banyak pelajaran yang kami dapatkan, mulai dari kerja tim, ris et masalah, perencanaan proyek,hingga manajemen sampah. Semua dikemas dengan cara yang menyenangkan seperti kuis, outing, dan mini games,” tuturnya.

la iuga mengaku kegiatan ini meniadi momentum refleksi diri untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan bagi pelajar yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Saya merasa masih banyak kekurangan. Tapi dari pengalaman ini, saya bisa introspeksi diri untuk menjadi pemimpin yang lebih baik ke de pan,” tambah Agam dengan semangat.

Selama mengikuti kegiatan, Agam menceritakan, dukungan keluarga juga menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya. la menyebut orang tuanya rutin menghubungi untuk memastikan kondisi dan kegiatan selama di Jakarta.

“Orang tua selalu menanya kan kabar, bahkan setiap pagi bertanya kegiatan hari berlangsung,” ujarnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep