BeritaMigas

Produksi Gas RI Nyaris Capai Target, SKK Migas Optimistis Tembus APBN 2026

Avatar
24
×

Produksi Gas RI Nyaris Capai Target, SKK Migas Optimistis Tembus APBN 2026

Sebarkan artikel ini
Produksi Gas RI Nyaris Capai Target, SKK Migas Optimistis Tembus APBN 2026

Mediapribumi.id, jakarta — Produksi Gas RI Nyaris Capai Target, SKK Migas Optimistis Tembus APBN 2026
Jakarta – Kinerja sektor gas bumi Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga 31 Mei 2026, volume gas yang berhasil disalurkan mencapai 5.207 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), atau sekitar 94,5 persen dari target APBN 2026 sebesar 5.508 MMSCFD.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bagi industri migas nasional. Pemerintah pun optimistis target produksi gas tahun ini dapat tercapai, seiring meningkatnya aktivitas produksi dari sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan realisasi produksi gas selama lima bulan pertama tahun ini telah mendekati target yang ditetapkan pemerintah.

“Rata-rata capaian produksi gas saat ini sudah sekitar 95 persen dari target APBN. Kami optimistis produksi akan terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya,” ujarnya.

Berdasarkan data SKK Migas, total produksi gas bumi nasional secara bruto hingga akhir Mei 2026 mencapai 6.550 MMSCFD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.207 MMSCFD berhasil disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Di tengah upaya mengejar target produksi nasional, BP Berau Ltd. masih memimpin sebagai produsen gas terbesar di Indonesia. Perusahaan ini mencatat realisasi penyaluran sebesar 1.494 MMSCFD atau sekitar 96,4 persen dari target.

Posisi kedua ditempati PT Pertamina EP dengan produksi 555 MMSCFD. Sementara ENI East Sepinggan Ltd. berada di peringkat ketiga dengan capaian 474 MMSCFD, disusul Medco E&P Grissik Ltd. sebesar 458 MMSCFD.

PT Pertamina Hulu Mahakam melengkapi lima besar dengan produksi 364 MMSCFD.

Adapun daftar 10 besar produsen gas nasional hingga 31 Mei 2026 adalah sebagai berikut:

1. BP Berau Ltd. – 1.494 MMSCFD
2. PT Pertamina EP – 555 MMSCFD

3. ENI East Sepinggan Ltd. – 474 MMSCFD
4. Medco E&P Grissik Ltd. – 458 MMSCFD
5. PT Pertamina Hulu Mahakam – 364 MMSCFD
6. JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi – 311 MMSCFD
7. Husky-CNOOC Madura Ltd. – 210 MMSCFD
8. Medco E&P Natuna Ltd. – 156 MMSCFD
9. PT Pertamina EP Cepu – 142 MMSCFD
10. PetroChina International Jabung Ltd. – 118 MMSCFD

Selain perusahaan-perusahaan tersebut, sejumlah KKKS lain juga turut berkontribusi terhadap produksi gas nasional, seperti Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, ENI Muara Bakau, Premier Oil Natuna Sea, hingga Kangean Energy Indonesia.

Dengan realisasi yang sudah mendekati target APBN, sektor gas bumi Indonesia diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung kebutuhan industri dan pembangkit listrik di berbagai daerah.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep