BeritaSosial Budaya

Kirab Pusaka Keraton Sumenep: Benteng Identitas di Era Globalisasi

Avatar
19
×

Kirab Pusaka Keraton Sumenep: Benteng Identitas di Era Globalisasi

Sebarkan artikel ini
Kirab Pusaka Keraton Sumenep: Benteng Identitas di Era Globalisasi
Kirab Pusaka Keraton Sumenep.

Mediapribumi.id, Sumenep — Di tengah gempuran arus globalisasi yang kian deras, Keraton Sumenep kembali membuktikan diri sebagai penjaga akar peradaban. Penyerahan pusaka Keraton Sumenep yang digelar di Pendopo Agung Keraton, Kamis (25/06/2026), menjadi penanda bahwa warisan leluhur masih hidup dan dijaga bersama.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian penutup dari Haul Akbar dan Penjamasan Pusaka Kabupaten Sumenep 2026, yang sehari sebelumnya berlangsung di Desa Aeng Tong Tong.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, yang hadir langsung dalam prosesi tersebut menegaskan bahwa Kirab Pusaka bukan ritual seremonial semata. Baginya, tradisi tahunan ini adalah cermin perjuangan dan kebesaran masyarakat Sumenep yang diwariskan lintas generasi.

“Melalui kegiatan ini, kita diingatkan bahwa kemajuan suatu daerah tidak boleh melepaskan akar budayanya. Justru, budaya adalah fondasi utama dalam membangun karakter masyarakat yang beradab, beretika, dan bermartabat,” tegasnya.

Imam Hasyim menyebut Keraton Sumenep memiliki posisi strategis dalam sejarah daerah bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan sumber nilai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan kearifan lokal yang masih relevan hingga kini.

Karena itu, ia memandang momentum Kirab Pusaka sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai historis kepada generasi muda, agar identitas daerah tidak terkikis oleh perubahan zaman.

Wabup juga menekankan bahwa tantangan pembangunan saat ini melampaui sekadar urusan ekonomi dan infrastruktur. Menjaga jati diri bangsa, menurutnya, adalah pekerjaan besar yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kirab Pusaka ini juga menjadi momentum untuk melestarikan warisan budaya leluhur, menanamkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda, serta memperkuat identitas daerah di tengah arus globalisasi,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut Imam Hasyim, berkomitmen untuk terus menopang berbagai kegiatan pelestarian budaya sebagai bagian integral dari pembangunan karakter masyarakat.

Ia pun melontarkan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak berhenti sebagai penonton dalam perayaan budaya semacam ini.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep