Mediapribumi.id, Sumenep — Kabar menggembirakan datang dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep. Hingga Kamis (28/08/2025) pukul 17.00 WIB, sebanyak 2.277 pasien campak dinyatakan sembuh dari total 2.370 kasus yang dilaporkan sejak awal tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2B Sumenep, Achmad Syamsuri, menyampaikan rasa syukur atas tingginya angka kesembuhan tersebut.
“Alhamdulillah, yang sembuh sudah mencapai lebih dari dua ribu pasien. Ini tentu menjadi kabar baik bagi kita semua,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).
Meski demikian, Syamsuri mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Saat ini, 73 pasien masih dirawat di rumah sakit, 25 pasien di puskesmas, dan 20 pasien meninggal dunia akibat komplikasi campak.
Dinkes Sumenep terus mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan penyebaran penyakit, salah satunya melalui program imunisasi campak. Berdasarkan data terakhir per Jumat (29/8/2025), total 4.644 dosis imunisasi telah diberikan.
“Kami terus mengimbau para orang tua untuk membawa anak-anaknya imunisasi campak. Ini langkah pencegahan yang sangat penting agar tidak terjadi lonjakan kasus baru,” tegas Syamsuri.
Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Dinkes P2KB juga menggencarkan edukasi dan layanan vaksinasi di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan tingginya angka kesembuhan, Dinkes berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, melakukan deteksi dini, dan aktif mengikuti program vaksinasi.
“Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit menular seperti campak,” pungkasnya.













