Mediapribumi.id, Sumenep — Universitas PGRI (UPI) Sumenep membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 yang diikuti lebih dari 500 mahasiswa baru, Rabu (26/08/2026). Kegiatan berlangsung di halaman kampus setelah sebelumnya didahului rangkaian pra-PKKMB pada Senin (24/8/2026), dan akan berlanjut hingga Jumat (28/8/2026).
Tahun ini, panitia mengangkat tema “Eksplorasi Global, Berjiwa Lokal: Bergerak Demi Karya Berdampak” dengan maskot burung hantu, yang dimaknai sebagai simbol semangat belajar dan berpikir terbuka tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Rektor UPI Sumenep, Asmoni, menegaskan PKKMB berbeda dari tradisi ospek yang identik dengan perpeloncoan. Menurutnya, kegiatan ini dirancang agar mahasiswa baru memahami budaya akademik, sistem pendidikan, hingga fasilitas kampus.
“PKKMB itu bukan ospek. PKKMB adalah pengenalan kehidupan kampus karena dunia perguruan tinggi berbeda dengan dunia sekolah. Ketika menjadi mahasiswa, kalian sudah dianggap sebagai orang dewasa. Karena itu, perilaku, karakter dan sikap yang ditunjukkan harus mencerminkan kedewasaan,” ujar Asmoni.
Asmoni mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan kuliah. Ia menyebut tiga hal yang harus dibangun sejak awal: kompetensi akademik, karakter yang menjaga nama baik almamater, serta kontribusi lewat organisasi, riset, dan pengabdian masyarakat.
“Pilar pertama adalah akademik. Kuliah bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi bagaimana membangun kompetensi dan relasi. Kalian harus banyak belajar dan mencari referensi. Pilar kedua adalah karakter, yaitu menjaga nama baik almamater. Pilar ketiga adalah kontribusi. Mari aktif dalam organisasi, lomba, riset, pengabdian dan berbagai kegiatan lainnya,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak sekadar menjadi mahasiswa yang datang hanya kuliah lalu pulang, melainkan aktif membangun jaringan selama masa studi.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu. Kalian harus membangun jaringan dan ikut berkontribusi. Pada hakikatnya, perguruan tinggi swasta tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri. Yang menentukan adalah kualitas dan kemauan mahasiswanya,” katanya.
Dari sisi fasilitas, Asmoni menyebut ruang perkuliahan telah dilengkapi pendingin udara serta perangkat penunjang pembelajaran, sementara fasilitas olahraga berskala besar tengah dikembangkan.
Soal pembiayaan, UPI Sumenep berupaya menjaga biaya kuliah tetap terjangkau. Tahun ini, sekitar 230 mahasiswa baru tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Asmoni mengingatkan penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Dengan mendapatkan beasiswa, ada konsekuensi untuk belajar sungguh-sungguh dan memberikan kontribusi. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kampus, bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa baru dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul, adaptif, dan mandiri tanpa minder berkuliah di perguruan tinggi swasta.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak dan bermartabat. Kita harus berpikir global, tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal,” tegasnya.
Ketua Panitia PKKMB UPI Sumenep, Moh. Rusdi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Karena itu saya mewakili seluruh jajaran panitia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Rektor beserta seluruh jajaran pimpinan dan pihak-pihak terkait yang telah memberikan dukungan moral maupun material. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras siang dan malam demi kesuksesan acara ini,” ujarnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













