Mediapribumi.id, Sumenep — Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas PGRI (UPI) Sumenep kembali memperoleh respons positif dari berbagai sekolah mitra karena pendampingan dinilai maksimal.
Faktor lain yang mendukung hal tersebut yakni kebijakan pembatasan jumlah mahasiswa PPL menjadi maksimal tujuh orang di setiap sekolah. Kebijakan ini dinilai memudahkan pihak sekolah dalam mengatur pembagian tugas serta penempatan mahasiswa di kelas.
Guru Pamong PPL SDN Pangarangan V, A. Khoesno Shovie, menyampaikan bahwa pengurangan jumlah mahasiswa membuat proses pendampingan dan distribusi tugas menjadi lebih efektif.
“Dengan pembatasan jumlah mahasiswa PPL, sekolah bisa lebih mudah mengalokasikan mereka ke enam rombongan belajar (rombel) yang ada,” ujarnya, Minggu (15/03/2026).
Dia menambahkan, kehadiran mahasiswa PPL UPI Sumenep, membawa suasana dan semangat baru bagi siswa di sekolah tempatnya mengajar.
“Mahasiswa tahun ini juga memiliki kemampuan di bidang IT dan gamifikasi yang dekat dengan anak SD, sehingga pembelajaran terasa lebih menarik dan interaktif,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Sekolah SDN Lobuk I, Suhandi, turut merasakan hal yang sama. Menurutnya, mahasiswa PPL tahun ini sangat antusias selama menjalankan program.
“Mungkin karena banyaknya rombel yang tersedia, sehingga mahasiswa PPL yang hanya berjumlah tujuh orang bisa jauh lebih leluasa dalam belajar dan mengajar,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Suhandi juga mengapresiasi pelaksanaan PPL tahun ini yang disertai MoU dengan berbagai dinas terkait. Menurutnya, langkah itu menunjukkan adanya keseriusan kampus dalam membangun sinergi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas praktik lapangan mahasiswa.
“Semoga SDN Lobuk I tetap menjadi bagian dari sekolah mitra dalam pelaksanaan PPL UPI Sumenep pada tahun-tahun mendatang,” pungkas dia.













