BeritaPendidikan

FPSH UMM Gelar Seminar Nasional “Cybergogy”, Dorong Transformasi Pembelajaran Digital bagi Pendidik Abad 21

Avatar
×

FPSH UMM Gelar Seminar Nasional “Cybergogy”, Dorong Transformasi Pembelajaran Digital bagi Pendidik Abad 21

Sebarkan artikel ini
FPSH UMM Gelar Seminar Nasional Cybergogy, Dorong Transformasi Pembelajaran Digital bagi Pendidik Abad 21
Seminar Nasional Cybergogy UMM Malang.

Mediapribumi.id, Malang — Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Malang (FPSH UMM) menggelar Seminar Nasional bertema “Transformasi Pembelajaran dan Cybergogy: Mempersiapkan Pendidik Abad Ke-21” pada Senin (27/07/2026). Acara berlangsung secara hybrid, dengan sesi luring dipusatkan di Ruang 614 Gedung Kuliah Bersama (GKB) I Kampus III UMM dan disiarkan pula melalui platform daring.

Mengusung tajuk besar “Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berpusat pada Peserta Didik di Era Digital”, seminar ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa jenjang S1 hingga S3, guru, praktisi pendidikan, serta pemerhati dari berbagai kampus, sekolah, dan instansi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FPSH UMM, Prof. Moh. Mahfud Effendi. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi digital menuntut adanya pembaruan cara pandang, strategi, dan ekosistem dalam proses belajar-mengajar.

“Transformasi pembelajaran bukan sekadar memindahkan kegiatan belajar dari ruang kelas ke ruang digital. Transformasi harus menyentuh cara berpikir, cara mengajar, cara berinteraksi, dan cara menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik,” ujar Prof Mahfud.

Ia menambahkan, pendidik masa kini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, teknologi semestinya menjadi alat untuk memperkuat interaksi, kolaborasi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemandirian peserta didik, bukan sekadar menggantikan peran pendidik.

Sebelum sesi utama dimulai, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FPSH UMM, Anis Farida Jamil, menyampaikan pengantar acara. Ia menjelaskan bahwa seminar ini dirancang sebagai forum akademik yang mempertemukan para ahli, pendidik, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan untuk merespons perubahan lanskap pembelajaran di era digital.

“Kami berharap seminar ini tidak berhenti pada pemahaman konseptual. Para peserta diharapkan memperoleh inspirasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, penelitian, pengembangan perangkat ajar, maupun pengelolaan lingkungan belajar di institusi masing-masing,” kata Anis.

Ia menilai format hybrid membuka peluang bagi peserta dari berbagai daerah untuk ikut terlibat aktif. Keragaman latar belakang peserta, baik dari jenjang pendidikan maupun profesi, dinilainya turut memperkaya diskusi seputar tantangan dan praktik pembelajaran digital di berbagai konteks.

Seminar menghadirkan dua narasumber di bidang inovasi dan teknologi pendidikan. Narasumber pertama, Prof. Moh. Syaifuddin, yang menjabat Kepala Lembaga Inovasi Pembelajaran UMM, memaparkan materi seputar transformasi pembelajaran. Ia menyoroti pentingnya perubahan pola pikir pendidik, penguatan desain pembelajaran, dan penciptaan lingkungan belajar yang sesuai kebutuhan peserta didik.

“Pembelajaran yang transformatif harus memberikan ruang kepada peserta didik untuk bertanya, mengeksplorasi, berkolaborasi, menghasilkan karya, dan merefleksikan proses belajarnya. Pendidik berperan sebagai perancang pengalaman belajar, bukan hanya sebagai penyampai informasi,” jelas Prof Syaifuddin.

Narasumber kedua, Prof. Deni Darmawan, yang menjabat Director Board Member Orbicom–UNESCO dari Universitas Pendidikan Indonesia, membawakan materi bertajuk “Cybergogy: Pedagogis di Ruang Digital”.

Ia memaparkan bahwa konsep cybergogy menuntut keseimbangan antara unsur pedagogis, sosial, kognitif, emosional, dan teknologi dalam pembelajaran digital.

“Ruang digital tidak boleh hanya dipenuhi materi dan tugas. Pendidik perlu membangun kehadiran sosial, komunikasi yang manusiawi, keterlibatan aktif, serta aktivitas yang mendorong peserta didik membangun pengetahuannya sendiri,” tutur Prof Deni.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *