Mediapribumi.id, Sumenep — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali mengusulkan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk sektor tanaman pangan pada tahun anggaran 2026.
Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong swasembada di daerah sentra pertanian.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa program serupa telah berhasil dilaksanakan pada 2025. Saat itu, Oplah juga disertai pembinaan Brigade Pangan (BP) di sejumlah kecamatan, seperti Saronggi, Lenteng, dan Guluk-Guluk.
“Keberhasilan tahun lalu menjadi dasar bagi kami untuk kembali mengusulkan kawasan pertanian agar memperoleh program serupa pada 2026,” ujar Chainur Rasyid, yang akrab disapa Inung, Kamis (14/03/2026).
Menurutnya, Oplah difokuskan pada tanaman pangan, khususnya padi. Tahun ini, DKPP mengusulkan beberapa wilayah daratan seperti Kecamatan Gapura, Ganding, dan Batuan, serta wilayah kepulauan yakni Kecamatan Arjasa.
“Program Oplah ini memang difokuskan pada tanaman pangan, terutama padi,” jelasnya.
Inung menambahkan, setiap item program Oplah sebelumnya memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp46 juta pada 2025. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan sarana penunjang, termasuk irigasi, serta pembentukan Brigade Pangan di titik pelaksanaan program.
Brigade Pangan sendiri diproyeksikan menjadi ujung tombak pengelolaan lahan dengan pendekatan modern, profesional, dan berbasis keterampilan petani.
“Pada 2025 kami telah melakukan pembinaan terhadap tiga Brigade Pangan. Tahun ini kami menargetkan jumlahnya bisa bertambah. BP menjadi bagian penting dalam program Oplah karena mereka yang akan mengelola lahan secara lebih modern dan berorientasi pada pengembangan usaha pertanian,” paparnya.
Ia berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi, sehingga mendukung target swasembada pangan nasional.
“Harapannya produksi padi di Sumenep semakin meningkat. Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional,” tutupnya.













