Berita

Petani Milenial Sumenep Dorong Kemandirian Pertanian Lewat Inovasi Pupuk NPK Organik

Avatar
649
×

Petani Milenial Sumenep Dorong Kemandirian Pertanian Lewat Inovasi Pupuk NPK Organik

Sebarkan artikel ini
Petani Milenial Sumenep Dorong Kemandirian Pertanian Lewat Inovasi Pupuk NPK Organik
Focus Group Discussion (FGD) bertema Membangun Kemandirian Petani melalui Inovasi Pupuk Organik

Mediapribumi.id, Sumenep — Komunitas Petani Milenial Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kemandirian pertanian melalui pendekatan inovatif yang ramah lingkungan.

Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Kemandirian Petani melalui Inovasi Pupuk Organik” yang digelar pada Selasa (17/06/2025), para petani muda ini menggagas penggunaan pupuk NPK Organik sebagai solusi alternatif terhadap kelangkaan pupuk kimia.

Bertempat di Ruang Rapat Tim Ahli Pemerintah Kabupaten Sumenep, diskusi ini menghadirkan sejumlah anggota komunitas, Asisten Tim Ahli Bupati Bidang Pertanian M. Ridwan, serta ahli pertanian Dr. Slamet sebagai narasumber utama.

Ketua Komunitas Petani Milenial Sumenep, Abd. Halim, memaparkan bahwa pupuk NPK Organik hasil inovasi komunitasnya dikembangkan dengan basis mikroba unggulan yang memiliki sejumlah keunggulan.

“Selain meningkatkan penyerapan fosfat oleh tanaman, pupuk ini juga menekan serangan penyakit dari jamur dan bakteri, serta memperbaiki struktur tanah dan kualitas air,” ujar Halim.

Lebih lanjut, Halim menjelaskan bahwa cara penggunaan pupuk ini terbilang mudah dan efisien. Cukup disemprotkan atau direndamkan bersama bibit sebelum proses tanam.

Dr. Slamet dalam paparannya menekankan pentingnya kembali pada prinsip pertanian alami. Ia menyebut, ketergantungan pada pupuk kimia telah menyebabkan penurunan kualitas tanah secara signifikan.

“NPK Organik membawa pesan ekologis: dari alam, kembali ke alam. Kita harus memulihkan tanah agar tetap produktif tanpa bergantung pada pupuk sintetis,” jelasnya.

Sementara itu, M. Ridwan menilai inovasi ini sebagai cerminan transformasi mindset di kalangan petani muda.

“Petani milenial tidak hanya memegang cangkul, tapi juga berpikir strategis. Mereka hadir sebagai inovator yang membawa semangat kemandirian dan keberlanjutan,” ujarnya.

Ia pun optimistis, kesadaran ekologis dan semangat inovatif para petani muda dapat menjadi fondasi kuat menuju sistem pertanian Sumenep yang sehat, mandiri, dan tahan krisis.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Komunitas Petani Milenial Sumenep membuktikan bahwa perubahan besar dalam dunia pertanian bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang berkelanjutan.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep