Mediapribumi.id, Sumenep — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep tak lagi sekadar dikenal sebagai lembaga penyalur zakat. Lebih dari itu, lembaga ini kini tampil sebagai garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan sosial di pedesaan.
Hal ini tergambar dari aksi kemanusiaan mereka di Dusun Tajjan, Desa Salopeng, Kecamatan Dasuk, tempat tinggal seorang janda lansia bernama Asmani (60). Rumahnya yang selama ini nyaris roboh dan tak layak huni, akhirnya direnovasi berkat program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) yang digagas Baznas.
“Kami tidak ingin hanya duduk di belakang meja menerima laporan. Ketika tahu ada warga seperti Bu Asmani, kami langsung bergerak,” ujar Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, Rabu (18/06/2025).
Asmani adalah potret dari sekian banyak warga Sumenep yang hidup dalam keterbatasan. Dengan penghasilan pas-pasan dari berjualan ikan bakar, ia nyaris tak sanggup membiayai perbaikan rumah warisan almarhum suaminya. Sementara kondisi rumah semakin memburuk—atap bocor, dinding lapuk, dan tiang penyangga rapuh.
“Setiap kali hujan, saya hanya bisa berdoa agar rumah ini tidak ambruk. Alhamdulillah, sekarang sudah diperbaiki. Saya bisa tidur tenang,” tutur Asmani haru.
Program RTLH ini merupakan bagian dari inisiatif Sumenep Peduli, salah satu dari lima program unggulan Baznas. Ahmad Rahman menegaskan, program ini sejalan dengan visi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang mendorong agar Baznas aktif menjawab persoalan riil masyarakat.
“Zakat bukan hanya ibadah individual, tapi solusi kolektif. Kami ingin dana zakat memberi dampak langsung. Bukan hanya dibagikan, tapi mengubah kehidupan,” jelasnya.
Untuk itu, Baznas terus mengajak para muzaki dan donatur untuk lebih aktif menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin luas jangkauan bantuan yang dapat diberikan.













