BeritaLingkungan

Pers dan Lingkungan Warnai HPN 2026 di Sumenep, Isu Tambang Jadi Sorotan

Avatar
267
×

Pers dan Lingkungan Warnai HPN 2026 di Sumenep, Isu Tambang Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Pers dan Lingkungan Warnai HPN 2026 di Sumenep, Isu Tambang Jadi Sorotan
Halaqah Pers dan Lingkungan di HPN 2026 PWI Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan ulang tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Sumenep berlangsung lebih dari sekadar seremoni.

Bertempat di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA), PWI setempat menggagas halaqah pers bertema “Tambang: Antara Pembangunan dan Lingkungan” sebagai wujud tanggung jawab sosial pers dalam mengawal isu strategis daerah. Senin (09/02/2026).

Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menegaskan momentum HPN harus menjadi pengingat kolektif bagi insan pers untuk kembali kepada marwah jurnalistik: independen, profesional, dan berintegritas.

Baginya, perayaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang refleksi atas peran pers sebagai pilar demokrasi.

“HPN harus menjadi stimulan untuk meneguhkan komitmen kami menjalankan fungsi sesuai kode etik jurnalistik,” ujar Warid dalam sambutannya.

Ia menyoroti relevansi tema nasional HPN 2026 “Pers Sehat Ekonomi Berdaulat Bangsa Kuat” sebagai panduan strategis dalam menjalankan tugas kewartawanan.

Menurutnya, pers yang sehat tidak hanya menyajikan informasi akurat dan berpihak pada publik, tetapi juga mampu menjadi kekuatan penopang kemandirian ekonomi nasional melalui pemberitaan yang konstruktif namun tetap kritis.

“Ketika pers profesional dan berintegritas, informasi yang dihasilkan akan menyejukkan sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi berdaulat. Dan dari situlah fondasi bangsa yang kuat dibangun,” tegasnya.

Halaqah pers yang digelar bersamaan dengan resepsi HPN menjadi sorotan khusus. Forum diskusi tersebut sengaja dirancang untuk merespons kegelisahan publik terhadap aktivitas pertambangan di Sumenep yang dinilai memiliki dua sisi: kontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional di satu sisi, dan potensi dampak lingkungan jangka panjang di sisi lain.

Warid menjelaskan, PWI sengaja mengangkat isu ini sebagai bagian dari program kerja 2026 untuk mendorong dialog konstruktif antar pemangku kepentingan.

“Kami ingin menggugah kesadaran kolektif bahwa risiko lingkungan dari aktivitas tambang bukan hanya persoalan hari ini, tetapi juga warisan yang akan dihadapi generasi mendatang,” ungkapnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep