Mediapribumi.id, Sumenep — Penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan di ruang pelayanan kesehatan. Di wilayah kepulauan, upaya memastikan tumbuh kembang balita justru membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga.
Hal itulah yang dilakukan Puskesmas Pagerungan Besar melalui inovasi “Tahan Banting”, kepanjangan dari Pantau Tumbuh Kembang Balita Stunting.
Melalui inovasi tersebut, petugas kesehatan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk memantau secara langsung kondisi balita yang mengalami stunting.
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan balita sekaligus memastikan pendampingan terhadap keluarga berjalan secara berkelanjutan.
Bidan Koordinator Puskesmas Pagerungan Besar, Yuliani, mengatakan kunjungan rumah menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi balita dapat dipantau secara menyeluruh.
“Kami melakukan pemantauan dari rumah ke rumah agar tumbuh kembang balita stunting bisa terus terpantau dengan baik. Jadi, bukan hanya menunggu mereka datang ke Puskesmas atau Posyandu,” ujar Yuliani. Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, melalui kunjungan langsung, petugas juga dapat melihat kondisi keluarga dan memberikan edukasi sesuai kebutuhan masing-masing balita.
Pendekatan tersebut sekaligus mendorong orang tua agar lebih aktif memperhatikan asupan makanan, pola pengasuhan, serta perkembangan anak.
Yuliani menegaskan, pemantauan tumbuh kembang membutuhkan keterlibatan bersama antara tenaga kesehatan, keluarga dan lingkungan sekitar.
“Harapan kami, melalui Tahan Banting ini, setiap balita yang mengalami stunting bisa mendapatkan pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan, sehingga perkembangannya dapat diketahui dan ditindaklanjuti sejak dini,” katanya.
Bagi Puskesmas Pagerungan Besar, Tahan Banting bukan sekadar nama inovasi. Program ini menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada keluarga, terutama memastikan tidak ada balita stunting yang luput dari pemantauan tumbuh kembang.
“Sebab, tumbuh kembang seorang anak bukan hanya tentang angka pada hasil pengukuran. Di baliknya ada keluarga yang perlu didampingi, orang tua yang perlu dikuatkan, dan masa depan anak yang perlu dijaga sejak hari ini,” tuturnya.
Sementara Kepala Puskesmas Pagerungan Besar H. Salim, menambahkan, penanganan stunting membutuhkan pemantauan yang konsisten dan tidak bisa hanya mengandalkan pelayanan ketika keluarga datang ke fasilitas kesehatan.
“Dengan Tahan Banting, kami ingin memastikan balita yang membutuhkan perhatian mendapatkan pemantauan secara langsung. Kami juga ingin mengetahui kondisi keluarga, apa yang menjadi kendala, kemudian bersama-sama mencari langkah yang bisa dilakukan,” ujarnya.
Ia menilai, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program tersebut. Tenaga kesehatan tidak hanya melakukan pengukuran, tetapi juga memberikan edukasi dan mendorong keluarga agar memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.
“Harapan kami, inovasi ini bisa memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat. Karena penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh Puskesmas sendiri, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak,” pungkasnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













