BeritaPendidikan

PAUD HI El-Fath Sumenep Kuatkan Gerakan GATI di Hari Pertama MPLS

Avatar
16
×

PAUD HI El-Fath Sumenep Kuatkan Gerakan GATI di Hari Pertama MPLS

Sebarkan artikel ini
PAUD HI El-Fath Sumenep Kuatkan Gerakan GATI
Tampak Salah Satu Orang Tua Murid Saat Mengantarkan Anaknya. (Foto: Dokumen Pribadi)

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemandangan berbeda terlihat di PAUD HI El-Fath Sumenep pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Alih-alih didominasi ibu-ibu seperti kebiasaan pada umumnya, barisan pengantar siswa hari itu justru dipenuhi oleh para ayah yang dengan sabar menunggu hingga rangkaian kegiatan MPLS anak-anak mereka selesai, Senin (13/07/2026).

Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan buah dari program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang telah dibentuk sekolah tersebut sejak Mei 2026.

Direktur PAUD HI El-Fath Sumenep, Nurul Hayati, menjelaskan bahwa antusiasme para ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah merupakan cerminan keberhasilan sekolah dalam menguatkan peran ayah dalam pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, gerakan ini sejalan dengan kebijakan bupati sekaligus menjadi bagian dari upaya lebih luas mengatasi persoalan fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak yang belakangan menjadi sorotan.

“Gerakan ini selain menjadi keputusan bupati, juga menjadi bukti keberhasilan sekolah dalam menguatkan peran GATI yang sudah kami bentuk sejak Mei 2026,” tuturnya.

Sejak dibentuk, sekolah rutin menggelar sejumlah program penguatan peran ayah, di antaranya Sabaya (Sekolah Bareng Ayah) yang digelar setiap Jumat, serta program Kring Daddy yang memberikan layanan penitipan anak bagi para ayah.

Nurul menambahkan, GATI El-Fath tidak berhenti pada program yang sudah berjalan. Ke depan, pihak sekolah berencana melibatkan para ayah secara lebih aktif dalam proses belajar-mengajar, termasuk sebagai narasumber di kelas, penyelenggaraan parenting khusus ayah, hingga kegiatan jelajah alam bersama ayah dan anak.

Selain memperluas program internal, sekolah juga gencar mensosialisasikan gerakan ini melalui Mensos agar dapat direplikasi lebih luas.

“Dengan keseimbangan peran ayah dalam pengasuhan, pendidikan, dan perlindungan anak, anak-anak El-Fath akan mengalami tumbuh kembang yang baik,” kata Nurul.

Ia menegaskan, penguatan peran ayah ini turut mendukung program pemerintah yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sekaligus menjadi upaya nyata meningkatkan bonding atau kelekatan emosional antara ayah dan anak sejak usia dini.

Apresiasi terhadap program ini juga datang dari kalangan wali murid. Sayuthi, salah satu wali murid yang juga dikenal sebagai tokoh muda penggerak budaya Madura, menilai gerakan ayah mengantar anak sekolah merupakan langkah penting dalam membentuk karakter anak sejak dini.

“Pelaksanaan gerakan ayah adalah pondasi pembentukan karakter untuk anak-anak. Saya bangga terhadap PAUD HI El-Fath yang menjalankan program Sabaya, sekolah bareng ayah,” ujar Sayuthi.

Ia berharap program semacam ini dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya di Sumenep dalam mendorong keterlibatan ayah yang lebih aktif dalam tumbuh kembang anak.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *