BeritaPendidikan

Misi Energi Masa Depan: UMM Gelar Talkshow Nasional Menyongsong Era Terbarukan

Avatar
254
×

Misi Energi Masa Depan: UMM Gelar Talkshow Nasional Menyongsong Era Terbarukan

Sebarkan artikel ini
Misi Energi Masa Depan: UMM Gelar Talkshow Nasional Menyongsong Era Terbarukan
Tangkap layar, takshow nasional kampus UMM secara daring

Mediapribumi.id, Malang — Program Studi Magister (S2) Rekayasa Energi Terbarukan, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Talkshow Nasional bertajuk “Energi Masa Depan: Menyongsong Era Terbarukan”.

Acara ini berlangsung secara daring, Jumat 22 Agustus 2025, dan diikuti oleh lebih dari 50 pegiat energi terbarukan yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, praktisi, hingga pemerhati kebijakan energi.

Talkshow nasional tersebut menghadirkan tiga pembicara utama yang berkompeten di bidangnya. Pemateri pertama adalah Dr. Ir. Machmud Efendi, M.Eng., yang kini menjabat Wakil Dekan I Fakultas Teknik UMM. Narasumber kedua adalah Dr. Ir. Suwarsono, MT., selaku Kepala Pusat Pengkajian Energi Baru dan Terbarukan. Sedangkan pembicara ketiga adalah Dr. Ir. Samin, MT., IPM., Kaprodi S2 Rekayasa Energi Terbarukan Pascasarjana UMM.

Dalam paparannya, Dr. Ir. Machmud Efendi, M.Eng menekankan, bahwa isu energi baru terbarukan (EBT) kini bukan hanya sekadar wacana lokal, tetapi sudah menjadi perhatian global. Ia mengatakan, “Dunia saat ini sedang menghadapi krisis energi yang kian nyata.

Ia menilai, ketergantungan pada energi fosil semakin membebani lingkungan, sementara cadangan minyak dan gas bumi semakin menipis. Oleh sebab itu, kebijakan nasional maupun internasional menempatkan energi baru terbarukan sebagai prioritas.

Lebih lanjut, Machmud Efendi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan EBT, baik dari segi sumber daya maupun teknologi.

“Kita punya energi surya, biomassa, panas bumi, hingga tenaga air yang bisa dimanfaatkan lebih optimal. Tantangannya adalah bagaimana membangun regulasi yang mendukung sekaligus menyiapkan SDM yang siap menghadapi era transisi energi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam mempercepat implementasi EBT. Menurutnya, tanpa kerjasama lintas sektor, cita-cita menuju kemandirian energi akan sulit terwujud.

Sementara itu, Dr. Ir. Suwarsono, MT., dalam kapasitasnya sebagai Kepala Pusat Pengkajian Energi Baru dan Terbarukan, menyampaikan pengalaman lembaga yang dipimpinnya dalam mengembangkan riset dan inovasi.

Ia menjelaskan bahwa pusat pengkajian tersebut berfokus pada penelitian, pengembangan teknologi, serta advokasi kebijakan terkait energi bersih.

“Pusat kami secara konsisten melakukan penelitian mengenai pemanfaatan energi surya, bioenergi, dan mikrohidro. Kami juga mendukung pengembangan kebijakan yang lebih berpihak pada energi bersih,” ungkap Suwarsono.

Menurutnya, keberadaan pusat pengkajian menjadi sangat penting karena mampu menjembatani hasil riset akademik dengan kebutuhan masyarakat serta industri.

“Inovasi teknologi akan sia-sia jika tidak bisa diterapkan di lapangan. Karena itu, kami selalu mengedepankan pendekatan aplikatif dan kolaboratif,” imbuhnya.

Ia menambahkan, masih banyak peluang penelitian yang dapat dikembangkan, khususnya dalam bidang efisiensi energi. “Hemat energi adalah bagian dari solusi. Masyarakat juga perlu diedukasi untuk beralih pada energi bersih dan ramah lingkungan,” tegasnya.

Adapun narasumber ketiga, Dr. Ir. Samin, MT., IPM., selaku Kaprodi S2 Rekayasa Energi Terbarukan Pascasarjana UMM, menyoroti aspek pendidikan dalam pengembangan EBT. Ia menjelaskan bahwa kurikulum di Program Studi S2 yang dipimpinnya telah disusun untuk menjawab tantangan masa depan.

“Kurikulum kami tidak hanya berbasis teori, tetapi juga menekankan praktik, riset, dan inovasi. Mahasiswa diberi kesempatan terlibat dalam berbagai proyek energi terbarukan yang ada di lapangan,” kata Samin.

Ia menuturkan bahwa keberadaan Prodi S2 Rekayasa Energi Terbarukan UMM bertujuan mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis.

“Kami ingin menghasilkan tenaga ahli yang tidak hanya paham konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan solusi energi bersih di masyarakat maupun industri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Samin mengungkapkan bahwa prodi yang dipimpinnya terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik lembaga riset, instansi pemerintah, maupun sektor swasta.

“Kami menyadari, tantangan energi tidak bisa dihadapi sendirian. Oleh karena itu, kemitraan strategis adalah kunci,” tambahnya.

Dengan berakhirnya talkshow nasional ini, para peserta diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan dan semangat baru untuk mengembangkan EBT di daerah masing-masing.

Diskusi panjang yang berlangsung selama beberapa jam itu juga membuahkan sejumlah rekomendasi, di antaranya pentingnya regulasi yang jelas, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang energi bersih.

“Energi terbarukan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Jika kita tidak bergerak sekarang, generasi mendatang akan menanggung akibatnya,” pungkas Machmud Efendi dalam sesi penutup.

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Pascasarjana, terus mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan global.

Melalui Prodi S2 Rekayasa Energi Terbarukan, UMM bertekad menyiapkan generasi yang siap membawa bangsa menuju masa depan energi yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep