BeritaKesehatan

Lonjakan Kasus Campak di Sumenep: Dua Pekan ORI Belum Hentikan Laju Penularan

Avatar
2277
×

Lonjakan Kasus Campak di Sumenep: Dua Pekan ORI Belum Hentikan Laju Penularan

Sebarkan artikel ini
Lonjakan Kasus Campak di Sumenep: Dua Pekan ORI Belum Hentikan Laju Penularan

Mediapribumi.id, Sumenep — Upaya vaksinasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) yang digencarkan Pemerintah Kabupaten Sumenep sejak dua pekan terakhir belum mampu menahan laju peningkatan kasus campak. Alih-alih menurun, jumlah penderita justru terus melonjak signifikan.

Data terbaru Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) mencatat, kasus campak per Minggu (24/8/2025) berada di angka 2.105. Namun, hanya dalam waktu 16 hari, hingga Selasa (9/9/2025), jumlah itu melonjak menjadi 2.741 kasus. Artinya, terdapat tambahan 636 kasus dengan rata-rata 40 kasus baru per hari.

Kondisi serupa juga terjadi pada pasien yang harus mendapat perawatan intensif. Pada Senin (8/9), jumlah pasien yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan sempat mencapai 100 anak. Meski sehari kemudian menurun menjadi 86 pasien, tren tersebut belum bisa disebut aman.

“Ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar korban adalah anak-anak yang belum lengkap imunisasinya,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, Rabu (10/9/2025).

Syamsuri menegaskan, tingginya penularan masih terjadi di lapangan. Oleh karena itu, sejak Senin (8/9/2025) petugas gencar melakukan penyisiran anak-anak yang belum mendapat imunisasi. Upaya ini ditargetkan selesai pada Senin (15/9/2025).

“Vaksinasi ORI harus dikejar lebih cepat, terutama di wilayah kepulauan dan desa-desa,” tegasnya.

Situasi ini juga menarik perhatian internasional. Tim dari World Health Organization (WHO) turun langsung ke Sumenep untuk membantu penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Selain menelusuri penyebab tingginya transmisi, WHO juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

“Besok mereka akan melaksanakan evaluasi serentak dengan seluruh kepala puskesmas untuk memantau hasil imunisasi. Ini sudah ketiga kalinya tim WHO hadir di Sumenep,” tambah Syamsuri.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep