Pentigraf

Kopi dan Cerita Kemarin

Avatar
429
×

Kopi dan Cerita Kemarin

Sebarkan artikel ini
Kopi dan Cerita Kemarin
Ilustrasi kopi

Mediapribumi.id — Aroma kopi hitam kembali menari di udara, mengajak ingatan melompat ke kemarin yang belum sempat selesai dibicarakan. Di balik uap panas yang perlahan menghilang, aku teringat percakapan terakhir kita tentang rindu yang tak sempat menemukan pulang, tentang jarak yang tak bisa dilipat oleh kata-kata. Cangkir di tanganku seperti menyimpan gema dari gelak tawa dan diam-diam yang dulu begitu akrab, namun kini terasa asing.

Kemarin, saat senja jatuh perlahan di ujung kota, aku duduk sendiri di sudut kafe yang pernah kita datangi. Kursi kosong di seberangku seperti sengaja membiarkan kenangan duduk di sana, menghadirkanmu dalam bentuk yang tak bisa kusentuh. Aku menyesap kopi itu pelan, berharap setiap tetesnya mampu menghapus sisa-sisa rindu yang masih menggumpal di dada, tapi rasanya justru makin pekat, seperti rindu yang terlalu lama disimpan.

Kini, rindu itu tak lagi kusampaikan lewat pesan atau suara. Ia tinggal di antara serpihan cerita kemarin, menempel di dinding waktu yang tak bisa diulang. Dan kopi, ia tetap setia jadi teman paling jujur untuk menampung diamku, menenangkan riuh yang tak pernah benar-benar tenang sejak kepergianmu.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep