Pentigraf

Warkop “Jeda yang Kubutuhkan”

Avatar
662
×

Warkop “Jeda yang Kubutuhkan”

Sebarkan artikel ini
Warkop "Jeda yang Kubutuhkan"
Gelas kopi di Warkop Barito, Pandian, Sumenep.

Mediapribumi.id — Dari satu warkop ke warkop lain, aku mengalihkan gelisah yang tak tahu bentuknya. Duduk di pojokan, ditemani asap rokok dan gelas kopi hitam yang mulai mendingin, aku mencoba memahami arah pikiranku sendiri. Setiap meja yang kudatangi bukan sekadar tempat singgah, tapi pelarian dari kebosanan yang tak jelas ujungnya, dari rutinitas yang terasa seperti lingkaran tanpa pintu keluar.

Aku tak tahu pasti apa yang membuatku muak. Mungkin karena sabar yang mulai tipis, atau harapan yang terasa tak digubris dunia. Tapi di sela gumam obrolan pengunjung, dan bunyi sendok mengaduk kopi, aku mulai belajar satu hal: bahwa diam dan duduk di antara orang-orang asing justru memberiku ruang untuk menata ulang hidupku. Mereka juga bergumul dengan kegelisahan mereka sendiri, hanya berbeda cara menyembunyikannya.

Pada akhirnya, aku sadar: pelarian kecil ini bukan bentuk kekalahan, tapi jeda yang kubutuhkan. Di warkop terakhir, sebelum malam menutup hari, aku memutuskan sesuatu, bahwa aku tak akan lagi menunggu dunia berubah. Aku yang akan melangkah lebih dulu, walau dimulai dari secangkir kopi dan niat kecil untuk kembali percaya pada diri sendiri.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep