Mediapribumi.id, Malang — Prestasi gemilang kembali diraih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dua program studi unggulan, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris, secara resmi meraih akreditasi internasional Fully Accredited dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Status ini berlaku selama lima tahun, mulai 5 Juni 2025 hingga 4 Juni 2030. Capaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras tim akademik yang menyusun dokumen Self Evaluation Report (SER) secara intensif selama satu tahun, sejak Agustus 2023 hingga Juni 2024, dan diunggah pada 13 Juni 2024. Juga, performansi pimpinan universitas, fakultas, unit-unit terkait, dan tim task force dalam visitasi FIBAA dilaksanakan selama tiga hari pada 21–23 Januari 2025.
Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada kedua Prodi. Ia mengatakan, bahwa pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa kedua program studi telah memenuhi standar internasional yang komprehensif dan ketat.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa program studi telah memenuhi seluruh kriteria kualitas yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi internasional yang bergengsi tersebut,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Prof Trisakti menilai, akreditasi ini bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan validasi atas kualitas program studi dalam menghasilkan calon guru dan pendidik bahasa yang memiliki penguasaan materi, dan kompetensi pedagogik yang sesuai dengan standar global.
Prof. Trisakti, menegaskan bahwa kekuatan FKIP UMM terletak pada kualitas SDM, fasilitas, kurikulum, kemitraan strategis, dan prestasi mahasiswa. FKIP UMM memiliki 138 dosen lulusan universitas ternama dalam dan luar negeri, termasuk 13 profesor.
Kemudian, fasilitas pembelajaran dilengkapi dengan laboratorium bahasa berteknologi tinggi, perpustakaan digital dengan koleksi referensi internasional, ruang kuliah multimedia, serta sarana praktik mengajar yang representatif.
“Kurikulum kedua prodi dirancang untuk mengintegrasikan teknologi pendidikan mutakhir serta pendekatan pembelajaran berbasis digital,” ujarnya.
Selain itu, kemitraan strategis dengan berbagai institusi pendidikan nasional dan internasional memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui program pertukaran, riset kolaboratif, hingga seminar dan konferensi bersama.
Disamping itu, ada prestasi mahasiswa FKIP UMM di berbagai kompetisi nasional dan internasional seperti lomba karya tulis ilmiah, debat bahasa Inggris, olimpiade pendidikan, dan berbagai kompetisi akademik lainnya juga menunjukkan kualitas lulusan yang dihasilkan.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Arif Setiawan, menjelaskan bahwa Prodi PBI FKIP UMM memiliki kekhasan dalam mengangkat dimensi kebahasaan dan pedagogik secara seimbang.
“Keunggulan Prodi kami terletak pada pembelajaran berbasis riset, penguatan literasi, serta keterampilan abad ke-21. Kami juga memperkuat kompetensi mahasiswa melalui program Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Entrepreneur Perbukuan,” terangnya.
Arif menambahkan, bahwa secara khusus Pembelajaran BIPA diperkuata dengan adanya kolaborasi dengan UPT BIPA UMM, yang telah dipercaya pemerintah mengelola berbagai program berskala nasional dan internasional seperti Darmasiswa, KNB Scholarship, BIPA untuk diplomat muda, dan TIAS.
“Kolaborasi ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pengajaran BIPA, sehingga menunjang profil lulusan yang bertaraf internasional,”
Ia turut menegaskan, bahwa rencana pengembangan Prodi akan diarahkan pada pelaksanaan tri dharma bernuansa internasional. “Ke depan, tridarma Prodi, baik pengajarana, penelitian, maupun pengabdiaan akan semakin diarahkan pada nuansa global bersama dengan mitra-mitra internasional kami,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Drs. Jarum, menyampaikan bahwa akreditasi FIBAA ini sangat penting untuk memastikan bahwa Prodi terus beradaptasi dengan standar pendidikan internasional.
Tidak hanya itu, menurut Jarum menilai, hal ini juga bukti bahwa Prodi senantiasa melakukan quality assurance terhadap kurikulum dan menyiapkan lulusan untuk berbagai profil global, mulai dari calon guru Bahasa Inggris, asisten peneliti, hingga edupreneur di bidang pendidikan.
“Kurikulum kami tidak hanya berfokus pada penguasaan kompetensi dasar, tetapi juga memberikan pilihan elektif seperti English for Tourism dan Gamification in ELT, yang dikembangkan dalam skema Center of Excellence,” kata Jarum.
Pihaknya menggambarkan, dengan akreditasi FIBAA, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris kini siap menerima lebih banyak mahasiswa internasional, memperluas skema student mobility, dan membangun lebih banyak jejaring kolaboratif global.
“Kurikulum kami adalah kurikulum intrnasionala yang sepenuhnya berbasis OBE. Kami ingin menciptakan lulusan yang siap bekerja, meneliti, dan berwirausaha di ranah pendidikan, baik secara lokal maupun internasional,” tukasnya.













